Rabu, 15 November 2017

Tips Mengasah Kreativitas Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/tips-mengasah-kreativitas-anak

Apa bayangan anda saat mendengar kata ‘orang kreatif’ atau ‘anak kreatif’? Suka menggambar? Kamarnya berantakan? Ada berbagai ciri anak kreatif beserta dugaan yang ditujukan pada mereka, baik prasangka positif maupun negatif. Namun sudahkah kita mau benar-benar memahami jati diri anak yang kreatif?

Apa sih anak kreatif itu? Apa pula hubungannya dengan pengembangan bakat anak? Sebagai orang awam, kita biasa menengarai kreativitas dalam banyak istilah, seperti berpikir out-of-the-box, lain daripada yang lain, nyeleneh, atau profesi-profesi tertentu, seperti seniman, musisi indie, bahkan pengusaha.


Gambar 1. Bentuk kreativitas anak

Berikut beberapa ciri anak yang kreatif.

1. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar
2. Aktif, giat dan tanggap terhadap sebuah pertanyaan
3. Selalu terbuka terhadap hal-hal baru
4. Selalu ingin menemukan dan meneliti sesuatu
5. Senang jika diberi tugas yang sulit dan berat
6. Cenderung mencari jawaban yang luas dan berbeda dengan yang lain
6. Berdedikasi tinggi dan aktif dalam menjalankan tugas
7. Mempunyai kemampuan menganalisa sebuah masalah
8. berdaya imajinasi dan abstraksi yang baik
9. Punya rasa percaya diri yang tinggi dan mandiri
10. Mempunyai kemampuan mencari solusi dan gagasan dalam menyelesaikan masalah dengan baik.

Berbahagialah bagi anda yang anak – anaknya memiliki ciri – ciri di atas karena kemungkinan besar anak anda adalah orang yang kreatif.

Dan karena kreativitas adalah salah satu kunci mencapai kesuksesan pada hampir seluruh hal yang kita lakukan, kita harus mengajarkannya kepada anak-anak sejak usia dini. Kreatifitas tidak hanya terbatas pada kesenian, desain ataupun musik tetapi kreativitas juga penting untuk ilmu pengetahuan, matematika, ilmu sosial, dan juga kecerdasan emosional. Orang-orang dengan tingkat kreativitas tinggi lebih fleksibel dan pemecah masalah yang lebih baik sehingga membuat mereka mampu beradaptasi lebih baik terhadap perubahan, kemajuan teknologi, dan dapat menggunakan kesempatan / opportunity dengan lebih baik.

Berikut cara – cara membentuk atau meningkatkan kreativitas anak.

  1. Ajarkan mereka untuk menggunakan 2 bagian tubuh yakni kanan dan kiri

    Melihat anak mampu menggunakan kedua tangan atau kakinya dengan optimal tentu merupakan bakat unik. Sangat jarang manusia mampu menggunakan kedua sisi tubuhnya dengan baik. Ada pun biasanya setiap manusia fokus pada sisi tubuh kiri atau kanannya saja. Ini bisa anda perhatikan pada saat anak menggambar atau menulis dengan tangan kanan atau kirinya. Meningkatkan kemampuan anak untuk 2 sisi tersebut tentunya akan membuat otak kanan dan kiri si kecil lebih aktif lagi.

    Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, maka anda bisa mengarahkan si kecil untuk menggunakan masing-masing tangannya bergantian saat menulis atau menggambar. Untuk kakinya sendiri, bisa anda ajarkan dengan menendang bola. Hebatkan kalau anak anda nantinya jadi pemain bola profesional yang mampu menggunakan kedua kakinya dengan baik untuk mencetak gol.

  2. Melatih perbendaharaan kosakata pada anak

    Seorang anak yang memiliki banyak perbendaharaan kata tentunya akan membuat anak Bunda lebih mudah dalam mengerti pembicaraan atau sesuatu yang dilihatnya dalam bentuk tulisan. Jumlah perbendaharaan kata yang semakin banyak ini tentunya membuat pengetahuan si kecil menjadi semakin luas, serta akan lebih tanggap akan sesuatu.

  3. Biasakan untuk mencari jawaban bersama

    Terakhir dan terpenting, kita sebagai orang tua harus selalu dampingi dan bimbing dalam proses mengembangkan kreativitas biasakan untuk mencari jawaban dari suatu masalah bersama-sama.

Sama halnya dengan kemampuan belajar seperti membaca atau menghitung kreativitas anakpun dapat diajarkan sehingga berkembang seiring berjalannnya waktu.

Oleh: nana
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. http://www.ayahbunda.co.id/balita-psikologi/10-cara-mengasah-kreativitas-anak
2. http://id.wikihow.com/Mengasah-Kreativitas-Anak
Referensi gambar :
https://pixabay.com/en/sand-sand-pit-sandburg-child-2548132/

Selasa, 14 November 2017

Mendidik Anak Menjadi Pencinta Lingkungan

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/mendidik-anak-menjadi-pencinta-lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.


Gambar 1. pohon

Isu mengenai global warming, ilegal logging, dsb. yang semakin meresahkan membuat kita mau tidak mau harus mulai peduli dengan lingkungan dan bumi yang kita tempati saat ini. Salah satu bukti kepedulian kita terhadap lingkungan bisa dilakukan dengan cara mendidik anak – anak kita sebagai generasi penerus bangsa untuk mencintai lingkungan. Semakin dini menanamkan semangat cinta lingkungan pada anak maka semakin baik. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk menanamkan semangat cinta lingkungan pada anak.

  1. Mulai dari kebiasaan kecil.
    Kebiasaan kecil yang dimaksud adalah melatih anak mencintai lingkungan melalui aktivitas – aktivitas sederhana semisal membuang sampah pada tempatnya. Juga biasakan anak untuk membuang sampah yang tercecer di jalan ke tempat sampah. Setelah kebiasaan ini terlaksana dengan baik. Anda dapat mengajarkan anak membuang sampah ke tempat sampah sesuai jenisnya. Misalnya, sampah daun – daunan dan kertas ke tempat sampah organik, serta sampah plastik ke tempat sampah anorganik, dsb.

  2. Berkreasi dengan barang bekas
    Memanfaatkan beberapa barang bekas dan sampah yang bisa didaur ulang bisa menjadi salah satu cara kreatif agar putra-putri Anda tidak terlalu konsumtif membeli berbagai mainan atau barang-barang buatan pabrik. Selain bisa menjadi alternatif daur ulang, kegiatan ini bisa dilakukan seluruh keluarga yang menyenangkan.

    Anda pasti masih ingat bagaimana membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk Bali. Atau bila ingin barang yang tahan lama, Anda bisa mengajak buah hati Anda membuat tas atau dompet dari pembungkus sabun cuci piting cair. Tanamkan pada diri anak Anda bahwa memakai bahan kreatif daur ulang adalah hal yang baik dan bisa menyelamatkan lingkungan.

  3. Belajar menanam pohon
    Ajaklah anak berpartisipasi dalam acara penanaman pohon massal. Berpartisipasi dengan acara menanam pohon baik yang diadakan pemerintah maupun swasta membuat putra-putri Anda mencintai pohon sebagai salah satu penopang kehidupan tentu harus Anda biasakan mulai mereka kecil. Selanjutnya, anda dapat mengajak anak anda berkebun di halaman depan maupun belakang rumah. Ajaklah mereka menanam dan merawat tanaman hal ini bertujuan agar anak semakin mencintai tumbuhan. Jika halaman depan atau belakang rumah anda tidak terlalu besar anda dapat menanam tanaman dengan pot maupun secara hidroponik.

Dengan mengajak anak mencintai lingkungan sejak dini kita sudah ikut menyumbangkan kehidupan di bumi tercinta ini.

Oleh : Nadiran
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi: http://indotopinfo.com/mengajar-anak-peduli-lingkungan.htm
Referensi gambar: https://pixabay.com/en/bavarian-forest-bank-hiking-rest-2519363/