Kamis, 19 April 2018

Dampak Negatif Mengucapkan Perkataan Kasar Terhadap Perkembangan Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/dampak-negatif-mengucapkan-perkataan-kasar-terhadap-perkembangan-anak

Terkadang, kita mendengar orang tua mengucapkan perkataan kasar kepada anak. Misalnya, bila sang anak mendapatkan nilai rendah dalam suatu ujian, orang tua akan berkata ‘bodoh’ kepada anaknya. Nah, bila kita tinjau secara mendalam, mengucapkan perkataan kasar sebenarnya sangat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Terlebih, bila sang anak sering menerima perkataan kasar dari orang tuanya secara sangat emosional. Lalu, apa saja dampak negatif mengucapkan perkataan tersebut terhadap perkembangan psikologis anak?


Gambar 1. Hindari Mengucapkan Perkataan Kasar Terhadap Anak

Dampak Jangka Pendek.
Dalam jangka pendek, bila anak sering menerima perkataan kasar, sang anak merasa begitu ‘rendah diri’. Sang akan pun akan berpikir bahwa perkataan kasar yang diucapkan orang tuanya memang benar adanya. Ambil contoh, sang anak mendapatkan nilai rendah dalam ujian matematika. Lalu, karena mendapatkan nilai rendah, orang tua mengucapkan perkataan ‘bodoh’ kepada sang anak. Nah, sang anak akan berpikir bahwa ia memang benar-benar bodoh. Padahal, belum tentu ia benar-benar bodoh dalam bidang lainnya.

Tak tertutup kemungkinan, sifat ‘rendah diri’ akan sulit hilang dari dalam diri sang anak. Terlebih, bila sang anak sering menerima perkataan kasar. Selain membuat sang anak merasa rendah diri, sang anak akan cenderung menyendiri dan tak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Dampak Jangka Panjang.
Dalam jangka panjang, apa dampak negatif mengucapkan perkataan kasar kepada sang anak? Berikut beberapa dampak tersebut.

  • Pertama, mengalami gangguan kesehatan. Saat sang anak menerima perkataan kasar, secara psikologis sang anak akan merasa stres dan begitu tertekan. Secara mendasar, pikiran dan jiwa yang begitu stres dan tertekan sebenarnya berisiko mengakibatkan terserang penyakit. Dan juga, menghambat proses pertumbuhan fisik.

  • Kedua, kualitas hidup yang rendah. Dalam jangka panjang, perkataan kasar yang diterima sang anak saat masa perkembangan sebenarnya berisiko menurunkan kualitas hidup sang anak saat usia dewasa. Misalnya, sama sekali tak memiliki cita-cita. Ataupun, tak memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas. Tentu saja, karena psikologis anak begitu tertekan.

  • Ketiga, menjadi pecandu. Ucapan kasar yang diterima sang anak berisiko meninggalkan efek traumatis di dalam jiwa sang anak. Nah, bila efek traumatis ini terbawa hingga usia dewasa, tak tetutup kemungkinan sang anak akan menjadi pecandu. Misalnya, menjadi menjadi pecandu minuman keras. Tentu saja, untuk mengusir efek tersebut dari dalam jiwa mereka.

  • Keempat, tak tertutup kemungkinan anak akan menjadi pelaku kriminal saat berusia dewasa. Menurut suatu penelitian, terdapat ketertarikan antara dengan perilaku yang diterima sang anak dengan perilaku sang anak saat berusia dewasa. Nah, bila anak mendapat perlakukan yang tak baik saat masa perkembangan, tak tertutup kemungkinan sang anak akan menjadi pelaku kriminal saat usia dewasa

Demikian, beberapa dampak mengucapkan perkataan kasar terhadap perkembangan anak. Kesimpulannya, mengucapkan perkataan tersebut sebenarnya sangat menghambat perkembangan psikologis anak. Kita, sebagai orang tua, tentunya ingin anak kita ini mengalami perkembangan psikologis yang lebih baik.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
http://www.momjunction.com/articles/serious-short-long-term-negative-effects-of-verbal-abuse-on-children_0082357/

Sumber Gambar:
https://media.defense.gov/2011/Apr/04/2000269027/-1/-1/0/110401-F-DR541-001.JPG

Jumat, 06 April 2018

Cuci Tangan Biar Sehat

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/cuci-tangan-biar-sehat

Kegiatan mencuci tangan sering dianggap sebagai hal sepele, namun memiliki manfaat yang besar terhadap kesehatan tubuh. Salah satunya adalah mencegah penularan penyakit infeksi yang bisa terjadi karena berbagai jenis kuman dan bakteri dapat dengan mudah tersalurkan melalui tangan yang kotor. Kuman yang ada di tangan akan ikut serta bersama makanan ketika anda makan. Dari sinilah awal dari sumber berbagai penyakit, maka dari itu penting untuk mencuci tangan dengan memakai sabun agar terbebas dari kuman penyakit.

Mencuci tangan terbukti ampuh mencegah penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang merupakan penyebab utama kematian pada anak - anak. Pencegahan utama adalah pentingnya kegiatan sehat dengan mencuci tangan agar anak - anak terlindung dari kuman penyakit.

Adult, Asia, Boys, The Business, Cambodia, Kids
Gambar : cuci tangan biar sehat usai melakukan kegiatan kotor di luar rumah

Mencuci tangan disarankan dilakukan kurang lebih 20 detik agar kuman benar - benar lenyap dari tangan. Nah, agar acara cuci tangan anda dan anak – anak menjadi sukses dan menyenangkan, cobalah cara - cara berikut ini :

  • Sediakan fasilitas buat si kecil seperti bangku khusus agar mereka bisa mencapai keran air dengan mudah, handuk khusus, dan dispenser sabun yang mudah dijangkau.
  • Lakukan kegiatan ini sambil bernyanyi. Misalnya saja saat akan mencuci tangan, ajak si kecil bernyanyi lagu “Happy Birthday” sebanyak dua kali sampai usai mencuci tangan.
  • Di lain waktu, lakukan sambil berhitung atau mengeja alfabet.
  • Sediakan sabun cuci tangan dengan wangi kesukaannya yang lembut, misalnya wangi jeruk atau strawberry. Ganti wadah dengan tempat yang lebih menarik, seperti bentuk bunga atau tokoh kartun favoritnya.
  • Jadikan kebiasaan ini wajib dan rutin dilakukan, misalnya setiap pulang ke rumah, hal pertama yang wajib dilakukan adalah mencuci tangan. Sebelum makan, setelah bermain, dan sebelum tidur, ajarkan anak – anak anda untuk cuci tangan setiap setelah buang air besar dan buang air kecil. Lakukan kegiatan ini bersamanya sampai mereka bisa melakukannya sendiri.

Berikut adalah cara mencuci tangan yang benar :

  • Persiapan awal :
    • Gunakan kran air yang mudah dijangkau lalu mengaliri tangan agar basah sehingga kuman – kuman ikut terbuang. Hindari memakai wadah yang diisi air karena kuman akan tetap berada / menempel di wadah tersebut dan bisa menempel lagi.
    • Siapkan sabun cuci tangan yang tepat dan handuk bersih.
  • Basahi tangan, tuangkan sabun cuci tangan secukupnya saja lalu gosok - gosok.
  • Bersihkan semua bagian telapak tangan, sela - sela jari dan kuku, juga punggung tangan. Lakukan kegiatan ini selama 15 - 20 detik. Lalu bilas.
  • Keringkan tangan dengan handuk bersih.

Kebiasaan mencuci tangan yang diterapkan terhadap anak – anak anda sejak usia dini akan berdampak bagus terhadap kesehatan dan sekaligus anda bisa mendisiplinkan mereka terhadap hal – hal kecil dimulai dari rumah, jangan hanya dipraktikkan dengan menggunakan air saja, itupun saat mereka usai makan dengan memakai tangan. Bahkan ada yang mencuci tangan di air kobokan berukuran kecil, bukan pada air mengalir. Persepsi yang menganggap bahwa cuci tangan memang sebuah ritual wajib sebelum makan, tetapi tanpa memperhatikan cara cuci tangan yang benar sudah dianggap bersih, haruslah segera diubah. Karena dengan cuci tangan menggunakan air saja adalah kurang efektif untuk benar – benar menghilangkan kuman di tangan, perlu alat bantu sabun cuci tangan agar memudahkan kuman penyakit yang menempel di tangan menjadi lenyap. Waktu yang tepat untuk mencuci tangan adalah saat sebelum makan saja, di mana ada 6 waktu wajib untuk mencuci tangan yaitu : (1) saat sebelum makan (2) setelah menggunakan kamar kecil (3) setelah buang air kecil atau buang air besar (4) setelah membuang ingus, batuk, bersin (5) setelah menyentuh sampah dan (6) setelah memegang hewan atau kotoran hewan. Enam waktu ini harus diberitahukan kepada anak - anak anda agar mereka terbiasa sejak usia dini untuk mempraktikkannya, di sinilah peran penting orang tua dibutuhkan guna mengajari anak - anaknya. Orang tua adalah orang terdekat anak ketika mereka berada di rumah, dan saat di sekolah, orang terdekat kedua adalah guru.

Semoga bermanfaat !

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber tulisan dan gambar : https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/cuci-tangan-biar-sehat dan https://pixabay.com/en/adult-asia-boys-the-business-1807515/