Sabtu, 30 Juli 2016

Agar Anak Menjadi Sahabat Orang Tua

Tak sedikit orang tua yang angkat tangan menghadapi buah hati mereka ketika menginjak usia remaja. Susah diatur, enggan mau mendengar perkataan atau nasihat orang tua, enggan bisa diajak bicara, begitu kira-kira keluhan banyak orang tua di saat zaman modern seperti sekarang ini. Lantas apa yang harus dilakukan agar para buah hatinya bisa menjadi sahabat baik bagi orang tua mereka.

Di usia remaja, anak sudah bisa diajak berdiskusi atau bicara dari hati ke hati. Ciptakan keterbukaan, kejujuran, komitmen dan keyakinan bahwa anak merasa aman dan nyaman untuk curhat kepada orang tuanya. Kenyataan yang berkembang di masyarakat adalah bahwa orang tua sering memulai berkomunikasi berdasarkan kepentingan mereka, sehingga yang muncul adalah sederetan ancaman, mendikte anak, memvonis anak atau bersifat anarkis terhadap anak dengan memberi sangsi yang tidak layak.

Bila orang tua menerapkan aturan, kiranya dapat dijelaskan secara logis kepada buah hatinya, misalnya anak tidak boleh pulang malam, jelaskanlah bahaya-bahaya dari kehidupan malam yang mengancam keselamatan anak tersebut sehingga anak akan merasa dirinya diperhatikan keselamatannya. Uraikan keuntungan dan kekurangan dari suatu tindakan yang dipilih anak, dengan menghindari perkataan yang terkesan menggurui. Terapkan cara berbicara yang baik yang efektif dan berbekas pada hati.

Berilah peluang untuk anak menyampaikan maksud hatinya sehingga ia merasa diterima. Cari waktu yang pas untuk bisa bertukar pikiran, berdiskusi atau curhat. Sekalipun orang tua sibuk, biasanya di malam hari atau menjelang tidur akan tercipta suasana tenang dan nyaman untuk mengutarakan segala masalah. Tanyakan apa yang menyenangkan pada hari itu kepada anak atau yang membebani anak sehingga membuat dirinya merasa sedih atau mempunyai masalah.

Orang tua yang baik adalah mereka para orang tua yang selalu belajar menjadi orang tua yang bijak, perbanyaklah membaca atau mendengarkan uraian uraian yang mengulas tentang menjadi orang tua yang seharusnya, apa yang terjadi pada perkembangan anak remaja, dan bagaimana bergaul dengan mereka. Kita bisa melihat orang tua yang sukses mengasuh dan mendidik anak dan pengalaman mereka menjadi referensi kita.

Jadilah idola untuk anak. Seorang ayah yang baik adalah ayah yang menjadi pelindung di kala sang anak merasa ketakutan dalam menghadapi masalah yang menghinggapi anak. Seorang ibu yang baik adalah mereka yang menjadi penyejuk di kala sang anak dihinggapi emosi atau sifat egois. Begitu besar peran dari keduanya, maka patutlah ayah ibu seorang anak menjadi panutan atau menjadi idola. Sehingga diharapkan tidak terjadi lagi tentang kabar seorang anak yang lari dari rumah karena merasa suasana di dalam keluarga tidak ada lagi ketenteraman, sehingga mereka mencari kedamaian di luar rumah, di kehidupan malam, atau ditempat- tempat yang tidak layak bagi kehidupan remaja yang konon diharapkan sebagai generasi penerus keluarga.

Pendidikan agama di dalam keluarga adalah hal pokok yang jangan diabaikan. Pendidikan agama kiranya ditanamkan sejak anak-anak usia dini, dengan agama kehidupan menjadi teratur, Mendidik anak di masa kecil ibarat mengukir di atas batu, artinya bekasnya akan bertahan lama. Upaya mendidik anak akan sulit tercapai jika tanpa upaya pendampingan yang menyentuh dan dilakukan sedini mungkin. Sentuhan yang paling baik adalah adalah sentuhan ritual. Usahakan keluarga kita mempunyai waktu khusus yang bisa menjadi andalan keharmonisan keluarga. Agar kebiasaan baik menjadi habit, orang tua harus menunjukkan kekompakan di depan anak sehingga mereka mau menirunya. Dominasi ayah menjadi imam atau pemimpin keluarga menjadi penting di sini.

Oleh : Dodi Budiana


Related Posts :