Sabtu, 30 Juli 2016

Belajar Mendidik Anak Menjadi Generasi Unggul (1)

Anak merupakan pewaris masa depan yang akan melanjutkan estafet perjuangan orang-orang dewasa saat ini. Dua puluh lima tahun ke depan, estafet-estafet perjuangan dan kepemimpinan di negara ini akan beralih ke tangan mereka. Sehingga, kualitas pendidikan anak-anak hari ini merupakan gambaran kualitas bangsa ke depannya. Karakter yang ditanamkan pada anak-anak hari ini akan menentukan karakter pemimpin bangsa ini dua puluh lima tahun ke depan. Jadi, jika ingin bangsa ini maju ke depannya, jangan pernah abaikan pendidikan anak-anak kita.

Tahap-tahap Perkembangan Mental Anak!

Jean Piaget, seorang ahli psikologi dari Swiss menyebutkan bahwa ada empat tahapan perkembangan mental pada anak, yaitu:

  • Tahap perkembangan sensormotorik

    Pada usia 0 – 2 tahun anak sedang melewati tahap perkembangan sensormotorik. Pada fase perkembangan ini anak-anak sedang berkutat mengenal gerak, kontrol dan fungsi tubuh. Anak sedang berusaha untuk mengenal dan menyusun pemahaman dunianya dengan belajar mengkoordinasikan antara pengalaman indrawi (misalnya: melihat dan mendengar) dengan kemampuan gerak motorik otot-otot tubuh mereka.

    Indra pendengaran merupakan indra sensorik pertama yang berkembang pada anak. Sehingga, pada tahap ini Anda perlu memberikan stimulus-stimulus untuk merangsang indra pendengaran agar berkembang pesat. Misalnya dengan memperdengarkan tilawah Al quran secara berulang-ulang dan konsisten. Mengajak anak-anak berbicara setiap hari dengan kosakata yang indah dan penuh kebaikan. Sekalipun anak belum mengerti dengan apa yang ia dengar, namun apa yang didengarnya pada fase ini akan sangat membantu mereka untuk belajar dengan mudah pada fase selanjutnya. Karena, apa yang didengarnya pada fase ini akan tersimpan dengan rapi dalam memori otak bawah sadar mereka.
  • b. Tahap perkembangan pra operasional.

    Memasuki usia 2 tahun hingga 7 tahun, perkembangan kemampuan berbicara anak meningkat dengan pesat. Anak juga mulai mampu mengidentifikasi dan berpikir secara intuitif. Anak mulai mampu merepresentasikan gerak, kata dan gambar. Pada rentang usia ini anak sangat menyukai dunia bermain yang atraktif. Karena itu, sangat disarankan untuk mulai memperkenalkan huruf dan angka dalam bentuk gambar dan tulisan yang kaya warna. Ajarkan mereka sambil bermain. Konsep ini dikenal dengan konsep belajar sambil bermain. Konsep inilah yang disarankan untuk diajarkan pada anak-anak di lembaga pendidikan usia dini dan taman kanak-kanak.
  • c. Tahap perkembangan operasional kongkrit

    Tahap operasional konkrit terjadi pada usia 7 hingga 12 tahun atau usia Sekolah Dasar (SD). Pada tahap ini perkembangan kemampuan berpikir anak meningkat pesat. Anak mulai mampu menemukan konsep abstrak, mampu berhitung dan menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka mulai bisa bersimpati, memilih sahabat dan menunjukkan rasa suka atau tidak suka dengan perlakuan orang lain pada dirinya.
  • d. Tahap perkembangan operasional formal

    Pada tahap ini anak mulai bisa berpikir secara logis dan sistematis. Mereka sudah bisa memahami sebab dan akibat dari setiap tindakan yang dilakukannya. Fase perkembangan mental pada tahap ini terjadi pada usia 12 hingga 15 tahun

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
Rajih, H. 2005. Spiritual Quotient for Children. Diva Press. Yogyakarta
Jannah, I. & Hidayatullah, I. 2010. 10 Bersaudara Bintang Al Quran. Arkan Leema. Bandung.


Related Posts :