Sabtu, 30 Juli 2016

Belajar Mendidik Anak Menjadi Generasi Unggul (2)

Perlakukan Anak Sesuai Usianya

Nah, dengan memahami tahapan-tahapan usia perkembangan mental anak seperti dijelaskan oleh Piaget di atas, sebagai orang tua Anda akan bisa memperlakukan anak sesuai usianya. Demikian juga yang diajarkan dalam islam, ‘perlakukanlah anak sesuai usianya!’

Saiyidina Ali rodiallahu anhu menyebutkan ada tiga tahapan pendidikan anak sesuai usianya, yaitu:

  • Pada tujuh tahun pertama, perlakukanlah anak seperti raja.

    Tujuh tahun pertama merupakan masa-masa golden age. Namun, anak-anak belum bisa ditekan dengan berbagai aturan mengikat. Pola pendidikan pada tahap ini pada umumnya merupakan pola pembiasaan dan keteladanan.

    Tapi ingat, memperlakukan anak seperti raja bukan berarti semua keinginan anak harus dipenuhi. Akan tetapi pada usia ini orang tua memberikan perhatiannya secara utuh untuk memenuhi kebutuhan anak. Melindunginya sebagaimana tentara melindungi raja, melayani kebutuhannya dengan sepenuh hati, mengajarkannya tentang berbagai hal dengan sepenuh hati, tidak membentak dan memaafkan semua kesalahannya.
  • Pada tujuh tahun kedua, didik dan disiplinkan mereka seperti tentara

    Pada tujuh tahun kedua anak-anak sudah bisa menginterpretasikan setiap kejadian, mulai memahami banyak hal, namun dalam berbagai hal masih harus didikte. Anak mulai bisa dibebani dengan kewajiban dan aturan sesuai usianya. Mereka sudah mulai bisa memahami bahwa ketika diberi aturan seperti ini maka mereka harus mematuhinya. Ketika diberi kewajiban maka mereka harus menyelesaikan. Nah, pada usia tujuh tahun kedua ini mereka sudah memahami prinsip-prinsip itu, dan mereka juga sudah bisa mengikutinya.

    Pada masa ini perkembangan kemampuan berpikir (IQ) mereka berkembang pesat. Karena itu, didiklah mereka dengan kedisiplinan yang tinggi pada usia ini. Sehingga, mereka tidak hanya cerdas secara intelektual akan tetapi juga disiplin dalam berbagai hal.
  • Pada tujuh tahun berikutnya, jadikanlah mereka sebagai teman.

    Memasuki masa remaja hingga dewasa anak-anak sudah memiliki pendirian dan wawasan yang luas. Pembentukan karakter sudah dimulai dari dua fase di atas. Sehingga, pada fase ini orang tua seharusnya sudah melihat kematangan karakter itu pada anak-anaknya. Dan, pada fase ini anak tidak mau lagi ditekan atau didikte.Akan tetapi mereka ingin dihargai dan diajak untuk berpikir bersama. Karena itu, perlakukanlah mereka sebagai teman, sehingga mereka merasa nyaman dan percaya untuk sharing atau memecahkan masalahnya bersama Anda.

Jika diperhatikan, konsep pendidikan anak menurut Imam Ali ini sangat sesuai dengan fase perkembangan mental anak yang disampaikan oleh Piaget sebelumnya. Memang, perlakuan terhadap anak tidak bisa disama ratakan pada setiap fasenya. Di sinilah kunci keberhasilan menciptakan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akal, akan tetapi juga memiliki karakter yang mulia.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
Rajih, H. 2005. Spritual Quotient for Children. Diva Press. Yogyakarta
Jannah, I. & Hidayatullah, I. 2010. 10 Bersaudara Bintang Al Quran. Arkan Leema. Bandung.


Related Posts :