Sabtu, 30 Juli 2016

Cara Mengatasi Anak yang Gemar Bertanya

Kita kadangkala kewalahan dan pusing mendapat berondongan pertanyaan dari si kecil yang gemar bertanya. Adakalanya, pertanyaan yang diajukan cukup sederhana, namun sulit untuk menjawabnya. Misalnya, “Dari mana adik lahir, Ma…?” Kita sampai tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan yang diajukan anak tersebut. Kita sulit untuk menentukan kata yang cocok untuk menjawab pertanyaan anak itu. Kita merasa tabu untuk mengatakan jawaban yang sebenarnya pada anak seusia balita. Kita sulit melukiskan alat reproduksi atau alat vital perempuan pada anak, sedangkan anak membutuhkan jawaban yang memuaskan dirinya. Kalau kita menjawab sekenanya, takut dapat menyesatkan anak dan jawaban itu menjadi masalah di kemudian hari. Pendek kata, kita sering dihinggapi kebuntuan kata setiap menghadapi teror pertanyaan anak. Kita pun menjadi tidak sampai hati melihat anak menjadi muram dan cemberut karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan rasa ingin tahunya.

Bagaimana cara menghadapi anak gemar bertanya?

1. Jangan mematikan semangat bertanya anak.

Kita mungkin tidak menyadari hal ini, namun jika kita ering melarang anak bertanya dan malas menjawab pertanyaan yang diajukan anak, sebenarnya kita telah menghambat berkembangnya kemampuan fungsi nalar dan fungsi berlogika anak serta mematikan imajinasi dan kreativitas berpikir anak.

2. Biarkan anak bertanya.

Jika anak bertanya, kita harus bersedia meluangkan waktu dan memberi dukungan emosional pada anak (seperti memeluk, memegang bahu anak, menatap langsung mata anak, dan memberi senyuman manis untuk menyatakan rasa senang atas pertanyaan anak) serta memberi penguatan atau pujian atas pertanyaan anak

Kemudian usahakan untuk memberikan jawaban yang benar, ringkas dan mudah dipahami anak. Jika tidak dapat dijawab langsung, gunakan perumpamaan atau ilustrasi untuk memudahkan.

3. Beri kebebasan bertanya pada anak.

Untuk mengembangkan kreativitas berpikir anak, kita harus memberi kebebasan anak untuk bertanya apa saja yang menarik perhatian dan minatnya. Kita pun harus bersiap meluangkan waktu dan melayani keingintahuan anak.

4. Mengembangkan rasa ingin tahu anak.

Untuk mengarahkan dan mengembangkan rasa ingin tahu anak, sering-seringlah mengajak anak untuk mengamati langsung berbagai hal. Kita bisa mengajak anak ke tempat-tempat yang merangsang rasa ingin tahu anak. Misalnya, kebun binatang, Planetarium, Sea World, pantai, gunung, dan sebagainya.

5. Ajak anak untuk mendengarkan cerita yang menarik perhatian dan minat anak.

Untuk merangsang rasa ingin tahu, imajinasi dan kreativitas berpikir anak, kita dapat mengajak anak menonton cerita (film/TV) bersama atau kita dapat bercerita secara interaktif dengan anak. Kita dapat melibatkan anak secara emosional dalam mengamati isi cerita. Kita dapat merangsang anak berpikir dengan cara memberi komentar atau bertanya.

6. Sediakan fasilitas bermain anak yang merangsang imajinasinya.

Untuk mengembangkan rasa ingin tahu anak dan kreativitas anak, kita dapat menyediakan mainan yang merangsang daya imajinasi anak. Seperti mainan building block (balok susun), Puzzle, mewarnai gambar, dan lain-lain. Namun sebaiknya jangan mainan yang sudah jadi.

Demikianlah langkah-langkah yang dapat kita kembangkan untuk menghadapi dan mengarahkan anak yang gemar bertanya. Jangan merasa terbebani untuk melayani anak. Namun ingatlah, bahwa hasilnya sebanding dengan pengorbanan yang kita lakukan. Anak akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas. Kemampuan berlogika anak pun akan terus berkembang dan sangat bermanfaat untuk kehidupan anak setelah dewasa nanti. Mana tahu anak menjadi seorang pemikir dan penemu yang dapat mengukir sejarah peradaban manusia di kehidupan mendatang.

Oleh : Nur Rokhanah
Daftar Pustaka:
Surya, Hendra. 2005. Kiat Mengatasi Penyimpangan Perilaku Anak (2). Jakarta: PT Elex media Komputindo.


Related Posts :