Sabtu, 30 Juli 2016

Cara Mengatasi Depresi pada Anak

Suatu hal yang sangat merisaukan hati dan membuat panik setiap orang tua, jika memperhatikan dan mendapatkan anaknya tiba-tiba menunjukkan perubahan sikap dan perilaku secara drastis dan tidak lazim atau tidak seperti biasanya. Ini perlu kita waspadai. Jangan-jangan anak sedang mengalami depresi atau stres, dimana anak sedang berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan.

Mengapa anak mudah dilanda depresi?

Kalau kita perhatikan, depresi sebenarnya dapat terjadi karena masalah yang umum terjadi dalam kehidupan. Bahkan ironinya, depresi ini bisa muncul hanya karena masalah yang kita anggap sepele. Seperti sering diejek dan dijadikan olok-olokan teman atau dikucilkan teman. Namun, masalah tersebut dianggap serius sebagai beban yang luar biasa oleh anak, sehingga perasaannya selalu tertekan.

Secara garis besar penyebab munculnya depresi pada anak dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Faktor psikologis.
  • Sumber masalah yang menjadi pencetus (tressor).
  • Pola pikir dalam mensikapi dan menanggapi faktor pencetus.
  • Karakter kepribadian anak.

2. Faktor biologis
  • Faktor keturunan.
  • Faktor ketidakseimbangan zat-zat kimiawi dalam otak.

Tanda-tanda anak terserang depresi.

Tanda-tanda anak terserang depresi dengan memperhatikan gejala-gejala perubahan perilaku, sebagai berikut:
  • Sering merasa cemas, sedih atau pikiran kosong.
  • Kehilangan minat pada aktivitas yang digemarinya.
  • Mudah capek.
  • Sulit konsentrasi.
  • Suka bengong atau murung.
  • Malas.
  • Perubahan pola tidur (sulit tidur atau ingin tidur terus).
  • Gelisah.
  • Mudah marah.
  • Perubahan nafsu makan (bisa jadi semakin banyak makan atau tak punya nafsu makan).
  • Merasa tak berdaya.
  • Terpikir untuk mengakhiri hidup.
  • Kelewat bersemangat dan ceria, berbeda dari biasanya.
  • Menjadi sangat aktif, cerewet dan berbagai pikiran melintas cepat (atau seperti mendengar suara-suara bisikan aneh).
  • Berperilaku aneh dan berani melakukan hal-hal yang berbahaya.
  • Tidak merasa punya masalah.

Bagaimana cara mengatasi depresi pada anak?

1. Dekatilah anak dengan penuh kasih sayang.

Jika anak mulai memperlihatkan tanda-tanda depresi, inilah saatnya kita sebagai orang tua perlu memberi dosis cinta dan kasih sayang yang kuat pada anak. Pada saat kritis tersebut anak sangat membutuhkan dukungan emosional dengan sentuhan dan pelukan. Dukungan emosional dapat lebih meringankan bebannya, sebab anak tidak merasa sendiri.

2. Bentuklah anak untuk merasa lebih aman dan nyaman.

Untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dihayati, anak membutuhkan suasana yang dapat menyejukkan hatinya. Bila perlu anak diajak ke tempat yang menyenangkan dan tempat yang dapat membangkitkan gairah hidup serta semangat hidupnya.

3. Membantu anak memahami permasalahannya.

Jika anak sudah mau menceritakan tentang masalah yang menghimpitnya, ini berarti merupakan pertanda baik. Sudah ada keinginan yang terselip dalam hati anak untuk mengatasi derita hatinya. Namun kalau anak masih membungkam dan memendam masalahnya, kita dapat mengetuk pintu hatinya dan memberi dukungan emosional dengan memeluk anak. Selanjutnya, ajak anak untuk melakukan relaksasi. Fungsi relaksasi ini adalah untuk mengikis habis beban yang mengganjal dalam hati.

4. Meyakinkan anak pada kemampuan dirinya.

Setelah anak dapat menerima kenyataan yang menimpa dirinya dengan ikhlas, selanjutnya anak perlu diajak untuk mengembangkan aktivitas lainnya. Khususnya aktivitas yang dapat mengatasi permasalahan yang telah menghantuinya tersebut. Hal ini penting untuk mencegah anak kembali menghayati kesedihan hatinya.

5. Kembalikan semangat hidup anak dengan mengembangkan positive thinking.

Agar anak tidak terombang-ambing oleh suasana hati yang tidak mengenakkannya, anak perlu dilatih cara mengembangkan positif thinking. Anak harus dapat melatih diri menghadapi situasi yang menekan atau masalah dengan rasional, sehingga latihan ini membuat anak mampu menghadapi keadaan yang menekan atau persoalan dengan lebih memfokuskan pada inti permasalahan dan berupaya menemukan solusinya.

6. Kembangkan rasa percaya diri anak.

Bangun pengertian anak, bahwa masalah bukan merupakan beban yang harus ditakuti. Anak tak boleh memandang rendah kemampuan diri sendiri. Seburuk atau sesulit apa pun kondisi yang dihadapi, anak masih punya kekuatan dan kemampuan mengatasinya. Tanamkan keyakinan anak “mampu” menyelesaikan segala bentuk hambatan. Sebab, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Oleh : Nur Rokhanah
Sumber: Kiat Mengatasi Penyimpangan Perilaku Anak 2
Daftar Pustaka: Surya, Hendra. 2005. Kiat Mengatasi Perilaku Penyimpangan Perilaku Anak (2). Jakarta: PT Elex media Komputindo.


Related Posts :