Sabtu, 30 Juli 2016

Cara Menghadapi Anak yang Keranjingan Video Game

Orang tua mana yang tidak mengeluh dan khawatir jika melihat anak sudah keranjingan main video game, sebagaimana menjangkiti anak-anak masa kini di seantero dunia? Apalagi, keranjingannya main video game ini sampai lupa waktu, lupa belajar, lupa tugas-tugasnya dan sebagainya. Memang kalau kita amati, anak yang keranjingan main video game ini terlalu banyak menghabiskan waktunya, hampir sepanjang waktu setiap harinya di depan Play Station, Nintendo, Sega Megadrive, Super Nintendo, Game Boy, dan juga video game lainnya di komputer. Pendek kata, video game ini dapat menjadi sumber masalah antara orang tua dengan anak.

Mengapa orang dapat keranjingan main video game?

Kalau kita perhatikan, orang mampu duduk berjam-jam bermain video game karena jenis permainan ini sangat mengasyikan. Orang dapat dibuat penasaran untuk menaklukan tantangan atau rintangan yang didesain sedemikian rupa dan sangat menarik. Hal yang lebih unik lagi, video game ini dapat membuat orang menjadi kecanduan. Hal lain yang membuat video game ini mewabah dan digemari orang di seluruh dunia karena video game ini tidak memandang kelas sosial ekonomi seseorang.

Dampak positif permainan video game

Setelah ditelaah, ada beberapa manfaat positif yang dirasakan pemain video game ini, sehingga orang menjadi ketagihan bermain video game. Manfaat bermain video game, antara lain:

  1. Dapat memberi rasa rileks dan mengendurkan urat saraf dari kesibukan rutin atau kecapekan setelah bekerja.
  2. Melatih kemampuan untuk memusatkan perhatian dan konsentrasi pemainnya.
  3. Melatih memecahkan masalah dengan mempergunakan analisa.
  4. Melatih kemampuan untuk mengatur sistematis kerja untuk mencapai tujuan.
  5. Mengembangkan kecepatan reaksi dan persepsi audio visual.
  6. Tidak membuat orang gampang putus asa.
  7. Melatih mengembangkan kesabaran dan ketekunan.
  8. Melatih mengembangkan imajinasi dan kreativitas berpikir secara luas.
  9. Membentuk rasa percaya diri.


Dampak negatif permainan video game

Permainan video game juga memberi dampak negatif bagi pemainnya. Dampak negatif permainan video game, antara lain:

  1. Dapat membuat pemainnya lupa waktu, lupa belajar, lupa tugas dan tanggung jawab.
  2. Dapat membuat pemainnya tidak produktif, karena waktunya habis dipergunakan untuk bermain video game.
  3. Dapat meningkatkan sikap agresivitas pemainnya, karena pengaruh aksi-aksi kekerasan yang terbiasa disaksikannya.
  4. Dapat menyebabkan antisosial, karena keranjingan main video game.
  5. Dapat menyebabkan ketegangan emosional antara orang tua dengan anak yang kecanduan video game.


Bagaimana cara untuk menghadapi anak yang keranjingan bermain video game?

1. Hindari perlakuan otoriter pada anak.

Kita tidak dapat menghadapi anak yang keranjingan bermain video game dengan cara-cara keras dan kasar. Mungkin dengan kekerasan anak mau berhenti bermain game. Namun ini hanya sementara. Karena mereka melakukan ini bukan berdasarkan pada tanggung jawab melainkan hanya karena takut. Selanjutnya mereka mungkin akan mencuri-curi kesempatan untuk bermain video game tanpa sepengetahuan kita.

2. Membangun pengertian anak.

Untuk membangun pengertian anak, kita harus dapat menentukan waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak. Seperti saat makan bersama, bermain bersama atau rekreasi bersama anak, dan sebagainya.

3. Gunakan trik-trik permainan video game yang digemari anak menjadi umpan balik.

Agar anak mau belajar, mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya, kita pun dapat mempergunakan kiat-kiat permainan video game yang digemari anak sebagai umpan balik. Kita dapat memberi dukungan emosional, bagaimana mengimplementasikan kiat-kiat permainan video game dalam kegiatan lainnya.

4. Memberi anak rasa tanggung jawab.

Cara memberi rasa tanggung jawab pribadi pada anak, bukan dengan cara menekan, memaksa, atau mengancam anak. Melainkan berusaha menumbuhkan kesadaran dari dalam lubuk hatinya sendiri. Ajak anak berdialog bagaimana seharusnya dia membagi waktu dengan baik. Komitmen apa yang harus dibuat dirinya sendiri, apabila dia tak melaksanakan kegiatan sesuai dengan komitmennya, sanksi apa yang pantas diterima olehnya. Dengan kata lain, kita harus berusaha mengkomunikasikan hukuman atau sanksi berdasarkan persetujuan anak.

5. Seleksi jenis permainan video game anak.

Kita harus dapat menyeleksi jenis permainan yang cocok untuk anak. Hindarkan anak dari jenis permainan-permainan video game yang dapat meningkatkan agresivitas anak, seperti bunuh-bunuhan, perkelahian, dan sebagainya.

Oleh : Nur Rokhanah
Sumber: Kiat Mengatasi Penyimpangan Perilaku Anak 2
Daftar Pustaka: Surya, Hendra. 2005. Kiat Mengatasi Perilaku Penyimpangan Anak (2). Jakarta: PT Elex media Komputindo.


Related Posts :