Sabtu, 30 Juli 2016

Delapan aktivitas agar otak si kecil tumbuh optimal



Mempunyai baby sehat, kuat dan cerdas pastilah dambaan setiap orang tua. Apalagi jika kita bisa melihat baby kita tumbuh dan berkembang secara optimal, menjadi hal yang menyenangkan tentunya bukan ?

Tahukah anda bahwa tumbuh kembang si anak itu lebih banyak ditentukan ketika mereka masih berada di dalam kandungan trimester tiga (usia kehamilan 3 bulan) sampai usia anak menginjak 3 tahun yang sering disebut dengan the golden period. Pada periode ini terjadi perkembangan yang begitu pesat pada struktur anatomi dan fungsi otak pada janin dan bayi sehingga dapat terstimulasi secara maksimal.

Tanpa kita sadari, sebenarnya ada beberapa aktivitas atau kegiatan kita sehari-hari yang amat sangat sederhana yang mempunyai andil besar dalam proses stimulasi sel-sel otak. Proses stimulasi dari sel-sel otak yang berjumlah milyaran ini menghasilkan hubungan antar sinaps sehingga otak mampu menerima input, informasi, dan melakukan pemrosesan serta penyimpanan memori secara gemilang. Hubungan antar sinaps di sel-sel otak akan terangkai dengan baik jika diberi rangsangan secara konstan dan terus menerus. Pemberian stimulasi ini bisa dengan cara mengajak si baby berbicara, menyanyi, dengan sentuhan dan lain-lain. Kegiatan ini dapat merekatkan hubungan antara orang tua dengan anak. Selain itu juga dapat membantu janin mengenal suara sang bunda.

Jika hal ini dapat berlangsung dengan baik, maka saat anak usia 3 tahun insyaallah anak akan memiliki memori hebat, mampu memecahkan problem solving sederhana, mampu mengenal dan menganalisa benda beserta fungsinya. Memiliki pribadi yang happy, toleran dan sabar.

Beberapa kegiatan atau aktivitas yang dapat dilakukan untuk merangsang pertumbuhan dan fungsi otak si kecil diantaranya : Menatap si buah hati.

Kegiatan ini akan menimbulkan adanya kontak mata antara si kecil dengan orang tua yang dapat membantu mengoneksikan sel-sel otak anak. Menurut Dr. Jean Clinton, kontak mata merupakan koneksi sederhana namun terunggul. Juga merupakan jembatan pertama si kecil belajar akan fitur wajah dan pemahaman sederhana akan ekspresi.

Mengajak anak untuk bermain

Ajaklah si kecil untuk bermain bersama sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan mereka. Semisal, untuk anak usia 7-8 bulan diberi permainan cilukba, untuk anak usia 9-10 bulan dapat dikasih permainan petak umpet. Jika anak anda berusia 1 tahun bisa anda ajak bermain dengan permainan yang agak menantang dan membuat logika si kecil jalan. Seperti meletakkan benda yang dapat dilihat, akan tetapi membutuhkan strategi untuk meraihnya.

Selain itu anda juga bisa mengajak buah hati bermain bersama secara bergiliran. Bagilah job bersama pasangan anda untuk mendampingi buah hati bermain. Usahakan agar salah satu orang tua tidak mendominasi dalam menemani anak bermain. Misal anak hanya mau bermain dengan ibu saja atau sebaliknya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara permainan fisik dan edukatif. Ketika anak bermain dengan sang ayah, maka sebagian besar kemampuan fisiklah yang berperan. Sedangkan permainan yang biasa dilakukan bersama sang bunda kebanyakan lebih bersifat edukatif dan hati-hati .

Sentuhan, pelukan dan dekapan.

Berilah buah hati anda dengan sentuhan, pelukan dan dekapan yang tulus ikhlas karena hal ini merupakan kebutuhan utama bayi dan berfungsi untuk menciptakan koneksi antar sinap sel otak pada bayi. Sentuhan memiliki efek ke sistem limbik, di mana jika sistem ini mampu berkembang dengan baik maka akan menciptakan emosi positif yang kuat yang berpengaruh pada perkembangan kecerdasan emosi. Anak akan memiliki kecerdasan emosi di atas rata-rata.

Bacakanlah dongeng

Dengan membacakan dongeng, si kecil akan mendapatkan berbagai manfaat mulai dari pendengaran, penglihatan, kognitif hingga emosi. Untuk si kecil yang berusia kurang dari 1 tahun bacakanlah dongeng dengan durasi 1-2 menit selesai. Baca atau ucapkanlah kalimat – kalimat sederhana sebelum tidur.

Ajaklah si kecil berbicara

Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara bertanya pada anak dengan bahasa sederhana, memberikan komentar pada perasaan si kecil, berilah tanggapan terhadap kondisi maupun perilaku bayi. Anda juga dapat bercerita tentang benda-benda yang ada di sekitar.

Kenalkan berbagai aroma

Dengan aroma yang berbeda si kecil mampu membangun kembali memori yang powerful dan mampu menstimulasi tumbuh kembang otak bayi.

Mandi

Ketika anak sedang mandi, maka akan mendapat stimulasi dari auditori, visual, taktil (rasa kena air panas atau rambut disampo), kognitif (dikenalkan sabun, sampo dan fungsinya), bahkan dengan mandi mampu mengasah sejak dini konsep body image dan body awareness.

Cepat tanggap dan santai

cepatlah tanggap terhadap berbagai kondisi anak dan ciptakanlah keadaan yang santai, penuh canda tawa. Keadaan ini dapat terjadi jika orang tua memiliki sensitivitas dan timing yang tepat terhadap kondisi anak, kehangatan yang tulus dari hati, dan yang terpenting responnya sesuai dengan harapan si kecil. Keadaan seperti inilah yang buat si kecil merasa didengar, nyaman dan bahkan mampu membangkitkan semangatnya.

Okey… demikian yang dapat saya bagi… Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.

Oleh : Roiza Fa


Related Posts :