Sabtu, 30 Juli 2016

Perilaku Durhaka Orang Tua Terhadap Anak: Merintangi Anak Beragama Dengan Baik (3)

Allah berfirman dalam Q.S Al-A’raaf (7) ayat 44-45 yang artinya “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dhalim. (Yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok; dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat.”

Mempersulit atau mempersempit kesempatan bagi anak untuk mempelajari agama dan melaksanakan secara benar menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya termasuk perbuatan merintangi anak beragama dengan benar. Yang dimaksud beragama secara benar ialah beragama berdasarkan ketentuan Al Quran dan hadist yang shahih. Karena Islam adalah agama yang bersumberkan kitab suci Al Quran dan sabda, perbuatan, serta contoh-contoh dari Rasulullah SAW., maka di luar dari sumber tersebut bukanlah pedoman agama yang benar.

Maksud ayat tersebut di atas adalah bahwa orang-orang yang menghalangi siapa saja yang menegakkan kehidupan berdasarkan ajaran Allah dan Rasul-Nya adalah orang-orang yang berbuat dhalim. Jadi, orang tua yang merintangi anaknya mengikuti tuntunan Islam secara benar atau membelokannya ke tuntunan lain, berarti telah berbuat dhalim kepada putra-putrinya.

Pada masa materialisme merajalela di dunia, baik di tengah masyarakat komunisme, kapitalisme, sosialisme, atau isme-isme yang lainnya, kuat kecenderungan pada orang tua merintangi anaknya beragama secara benar. Sering kali anak-anak yang bersungguh-sungguh diintimidasi sebagai fundamentalisatau ekstrimis. Pernyataan orang tua yang semacam itu berarti telah mendiskreditkan anak dalam posisi dilematis. Di satu pihak anak yang telah sadar akan tauhid sepenuhnya merasa bertanggung jawab untuk membersihkan dirinya dari pengaruh kekufuran dan kesyirikan, sebagai konsekuensi beragama yang hanif (lurus). Akan tetapi, di pihak lain anak menghadapi konfrontasi orang tuanya yang menganggapnya sebagai seorang anak yang tidak memenuhi kehendak dan cita-cita orang tua.

Apa sebab orang tua menghalangi anaknya menjalankan agama dengan benar? Beberapa hal berikut ini mungkin dapat dikatakan sebagai penyebabnya.
  1. Takut kehilangan pengaruh di tengah masyarakat yang selama ini tidak menjalankan agama dengan benar. Bilamana orang tua menyetujui tindakan anaknya menegakkan kehidupan agama secara benar atau mendukung langkah anaknya, maka mungkin sekali segala fasilitas yang didapatnya dari masyarakat menjadi sirna. Hal ini amat ditakuti oleh orang tuanya.
  2. Karena orang tua tidak tau sama sekali apa sebenarnya agama Islam yang murni, sebab selama ini dia hanya beragama Islam berdasarkan keturunan dan adat istiadat yang ditemuinya di tengah masyarakat. Karena itu, ketika ia mengetahui anaknya melakukan hal-hal yang selalu berlawanan dengan apa yang diketahuinya selama ini, dia merasa ditantang oleh anaknya mengenai cara dia beragama dan pengetahuannya tentang agama yang tidak benar itu.

Itulah sebagian pandangan atau alasan mengapa banyak orang tua yang secara sengaja atau tidak sengaja merintangi anaknya dalam beragama secara benar. Semoga bermanfaat.

Sumber: 20 Perilaku Durhaka Orang Tua Terhadap Anak
Oleh : Nur Rokhanah


Related Posts :