Rabu, 03 Agustus 2016

Peran Orang Tua Dalam Membantu Anak Meraih Cita –Cita

Orang tua berperan dalam membimbing anak meraih dan mencapai cita cita yang si anak inginkan. Peran itu dapat di buktikan dengan memfasilitasi segala keperluan anak seperti halnya memfasilitasi atau memenuhi kebutuhan pendidikan si anak serta memberikan motivasi kepada si anak. Orang tua juga berhak membantu mengarahkan anak agar dapat memilih cita cita yang sesuai dengan minat dan bakat yang si anak miliki. Namun, hanya sebatas mengarahkan tidak menjuruskan anak ke cita –cita yang para orang tua inginkan.

Melawan kehendak anak tentunya tidak baik bagi perkembangan mental anak, mengurangi rasa percaya diri serta kekecewaan mendalam yang dialami si anak berdasarkan hasil survey kecil kecilan yang penulis lakukan 3 dari 5 orang tua menginginkan anaknya mengikuti atau menuruti tujuan yang orang tua inginkan.


Gambar 1. Kebersamaan anak dan orang tua

Memaksakan kehendak anak dapat mengakibatkan hal hal buruk diantaranya:

  1. Tidak Punya Pendirian

    Jika kehendak anak dipaksakan oleh orang tua hal buruk lainnya yang bisa timbul adalah anak menjadi tidak punya pendirian, kehendak orang tua biasa dituruti oleh anak, meski dalam situasi ketakutan, gagasan dan pendapatmu menjadi sulit untuk diutarakan si anak . Jika hal ini terus-menerus terjadi, dan akhirnya anak menjadi terbiasa dengan kehendak orang tua dan tidak mempunyai pendirian.

    Jika hal ini tidak bisa dihentikan dan orang tua selalu memaksakan kehendak, kelak ketika dewasa, ketika anak bergaul dengan orang lain anak akan merasa kesulitan, atau sulit beradaptasi dengan orang dan lingkungan yang baru. Kesulitan lainnya adalah anak susah untuk memimpin baik itu memimpin dalam kelompok kecil maupun dalam skala. Dikarenakan anak kehilangan pendirian dan terbiasa menuruti kehendak orang tua.
  2. Meniru Apa yang Dilakukan Orang Tua

    Hal buruk lainnya, apa yang orang tua lakukan akan ditiru oleh si anak. Jika anak menerima dengan terpaksa anak tersebut juga akan memaksakan kehendaknya kepada orang lain hal ini tentu berbahaya bagi perkembangan jiwa si anak. Lebih jauh, anak bisa berkarakter keras, sulit dikendalikan, dan gampang menunjukkan egoismenya kepada orang lain.

    Proses meniru dari orang tua yang buruk ini jika tidak segera disadari akan mencetak anak sebagai pribadi yang berjiwa otoriter, sulit beradaptasi dengan lingkungan, dan sulit juga jika orang lain ingin berdiskusi atau bertukar gagasan. Dengan demikian, anak bisa kesulitan berkembang dalam kerendahan hati karena apa yang diinginkannya harus terwujud, tanpa mau bertoleransi dengan orang lain.
  3. Menurunnya rasa percaya diri

    Orang tua yang terus menerus memaksakan kehendak anaknya juga bisa mengakibatkan si anak merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya, merasa dirinya tidak berguna. Hal tersebut tentu berbahaya bagi kehidupan sosial anak tersebut.

    Biarkan anak memilih jalannya sendiri, sebagai orang tua kita hanya berhak mengarahkan. Berikan motivasi pada anak yang sebaik baiknya. Biarkan anak mengeksplorasi dan mengembangkan tujuan serta cita citanya. Biarkan mereka bermain menikmati masa kecil mereka. Berikan anak anak kita kebebasan dalam memilih jalan hidupnya.

Oleh : Lintang Rahmawati

Referensi gambar
https://malikiy11.wordpress.com/2013/11/08/tugas-softskill-peran-orang-tua-dalam-perkembangan-anak/


Related Posts :