Selasa, 11 Oktober 2016

Meghindari konflik antara orang tua dan anak

Di zaman serba modern seperti saat ini banyak kasus tidak akurnya anak dengan orang tuanya tak jarang keduanya bahkan bermusuhan. Hal ini tentunya bukan masalah yang dianggap sebelah mata. Karena, walau bagaimanapun juga dalam darah seseorang pasti mengalir darah orangtuanya. Hal ini juga menjadi tidak wajar karena pertengkaran tersebut disebabkan oleh hal hal yang sepele.


Gambar 1. Kebahagiaan keluarga tanpa adanya sebuah pertengkaran

Sebenarnya apa faktor penyebab terjadinya konflik antara orang tua dan anak?

  1. Faktor usia.
    Perbedaan usia yang jauh antara orangtua dan anak menyebabkan orang tua sulit memahami apa yang dirasakan si anak. Apalagi jika si anak tidak ingin terbuka tentang apa yang ia rasakan.
  2. Faktor pendidikan
    Anak biasanya memiliki pendidikan yang lebih tinggi di bandingkan kedua orang tuanya hal ini menyebabkan anak merasa lebih pintar. Dan tidak mematuhi nasihat orangtua yang jauh lebih lama hidup dibandingkan sang anak. Perasaan kekecewaan dari para orangtua yang nasihatnya tidak di dengarkan si anak. Kekecewaan ini bila tak dapat dikendalikan dengan baik menyebabkan terjadinya konflik antara orang tua dan anak
  3. Kultur dan budaya
    Orangtua dan anak dibesarkan pada kultur budaya yang berbeda. Zaman - zaman yang di alami orangtua pun juga berbeda dengan zaman – zaman yang dialami si anak. Orangtua yang tidak peka akan kebutuhan dan keinginan si anak cenderung menyamakan apa yang diperoleh orang tua pada zamannya. Padahal kebutuhan di setiap zaman pun tentu akan berbeda- beda.

Mengatasi konflik orang tua dan anak

Prinsip bahwa ridha allah adalah ridha orangtua dan murka orangtua adalah murka allah. Semua yang dilakukan orangtua semata- mata untuk kebaikan kita. Walaupun terkadang mereka menggunakan cara yang salah. Jangan pernah membenci mereka!., jika konflik sudah terlanjur terjadi yang perlu si anak lakukan adalah meredakannya. Akan tetapi dalam pendekatan si anak hendaknya memahami kondisi psikologis orangtua. Selain itu kita perlu melakukan pendekatan secara personal kepada mereka.pendekatan secara personal dari hati ke hati tempatkanlah mereka dan dirimu dalam suasana yang senyaman mungkin berbagilah cerita dengan mereka jelaskanlah apa penyebab terjadinya konflik dengan mereka. Bila perlu minta maaflah jika apa yang kamu perbuat adalah perbuatan yang salah. Dan jika cara itu tidak berhasil. Coba gunakan bantuan pihak ketiga yang terpercaya misalnya : bulik, bude, dan orang yang bisa dipercaya lainnya.

Bagaimana cara merebut hati dan perhatian orang tua

Tunjukan bahwa kamu memiliki prestasi. Prestasi tidak harus berupa prestasi akademik tapi juga perbuatanmu yang mampu berguna bagi banyak orang misalnya mendirikan lembaga sosial. Selain cara di atas terkadang berikanlah mereka kejutan dan hadiah kecil – kecilan hal tersebut akan membuat mereka terharu dan mencoba untuk lebih memperhatikan mereka. Jagalah baktimu terhadap kedua orang tuamu . sering – seringlah berkomunikasi dengan mereka. Dan seringlah berkunjung ke rumah mereka.

Oleh : Lintang Rahmawati
Referensi gambar:
1. https://hijapedia.com/bagaimanakah-cara-membangun-keluarga-sakinah-menurut-islam/


Related Posts :