Kamis, 23 Maret 2017

Mempersiapkan anak menghadapi dunia sekolah

Sekolah adalah salah satu media penyampai pendidikan bagi seseorang. Sekolah umumnya dimulai ketika anak berumur empat tahun ketika itu anak akan memasuki dunia sekolah yang dimulai dari suatu tempat yang bernama taman kanak – kanak. Di sini anak akan diajarkan ilmu paling sederhana yakni membaca dan menulis. Nah, ilmu dasar yang anak dapatkan di tk inilah bekal paling berharga untuk bisa maju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kenapa bekal yang paling penting karena tanpa bisa membaca dan menulis seorang anak tidak bisa menerima ilmu yang lebih tinggi lagi sebab semua berkaitan dengan baca dan tulis.


Gambar 1. Anak dan dunia sekolah

Pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata saat ini. orang yang menempuh pendidikan tinggi akan lebih dihormati dari pada orang berpendidikan rendah. Prestasi dan nilai – nila akademis tinggi yang diraih anak ketika berada di sekolah adalah dambaan setiap orangtua. Namun, walau begitu dunia sekolah bukanlah dunia yang serba menyenangkan. Berikut cara yang dapat diterapkan orangtua melihat kemungkinan masalah yang akan timbul ketika anak berada dalam dunia sekolah.
  1. Usia sesuai
    Pastikan ketika anda mendaftarkan anak anda ke jenjang SD. Anak anda sudah memiliki usia yang cukup. Usia yang cukup mengurangi kemungkinan anak kesulitan mencerna materi yang disampaikan oleh bapak atau ibu guru kelak.
  2. Utamakan kejujuran
    Kegiatan contek–menyontek, membuat catatan sebagai jiplakan untuk mengerjakan ulangan ataupun membeli kunci jawaban adalah contoh–contoh perilaku ketidakjujuran yang berlaku di sekolah. Anak yang pintar akan memberi jawaban kepada anak yang tidak terlalu pintar alias bodoh. Karena tuntutan orangtualah mereka melakukan hal – hal ini. waktu mereka habiskan untuk bermain bukannya belajar. sehingga saat ulangan tiba contek–menyontek adalah kegiatan terbaik yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nilai mereka dan menghindari kemarahan orangtua. Bermula dari hal – hal kecil bentuk – bentuk ketidak jujuran akan berdampak buruk bagi masa depan si anak. Berilah pengertian kepada mereka untuk memperlihatkan nilai yang sebenarnya pada anda ( nilai yang didapat dengan cara baik).
  3. Berilah anak semangat motivasi belajar
    Berilah adalah kewajiban seorang pelajar. Belajar dianggap sebagai salah satu kegiatan yang dapat menaikkan nilai anak. Untuk itu jangan lelah untuk memberi tahu mereka pentingnya belajar. bukan menyuruh hanya memberi tahu. Biarkan mereka sendiri yang memutuskan.
  4. Kemungkinan bully dari teman sekolah
    Bully adalah tindakan yang kerap dilakukan anak – anak untuk menjatuhkan salah satunya. Bully adalah suatu tindakan yang tidak dapat dicegah. Untuk itu berilah pengertian pada anak bahwa hal ini mungkin terjadi. Ajarilah mereka untuk cuek dengan hal – hal buruk yang mereka katakan. Dan menolak secara positif jika mereka tidak menyukainya.
  5. Pengaruh negatif lainnya
    Remaja identik dengan masa pencarian jati diri. Di sinilah mereka mencoba semua aktivitas untuk mencari jati diri mereka. Untuk menghadapi masa transisi ini ilmu agamalah yang harus diperdalam si anak agar terhindar dari kegiatan – kegiatan buruk ini.

Dunia sekolah adalah dunia yang memberikan banyak warna kepada si anak. Maka dari itu persiapkan mereka untuk menghadapi hal – hal tersebut dengan baik.

Oleh : Run Away
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar : http://www.selipan.com/story/finlandia-negara-dengan-pendidikan-terbaik-di-dunia-tanpa-un-dan-pr-sedangkan-indonesia/


Related Posts :