Selasa, 09 Mei 2017

Dampak Negatif Terlalu Lama Menonton Tayangan Televisi Bagi Anak

Televisi menjadi benda yang biasanya ada di dalam rumah. Karena berada di dalam rumah, siapapun dapat menonton tayangan televisi. Terkait pendidikan anak, ada baiknya mencegah anak agar tak terlalu lama menonton tayangan televisi. Termasuk, tayangan film kartun. Terlebih, bila terdapat televisi khusus di dalam kamar anak. Sebabnya, menurut banyak penelitian, akan berdampak kurang baik bagi psikologis perkembangan anak. Lalu, apa saja dampak-dampak kurang baik tersebut? Berikut beberapa dampak kurang baik menonton tayangan televisi bagi perkembangan psikologis anak.


Gambar 1. Ada Dampak Negatif Terlalu Lama Menonton Tayangan Televisi Bagi Perkembangan Anak

Membuat Anak Cenderung Bersifat Anti Sosial, Mudah Berkelahi,dan Senang Mencuri
Menurut penelitian Glasgow University, bila anak menonton tayangan televisi selama lebih dari tiga jam dalam sehari, anak akan cenderung bersikap anti sosial. Bila anak bersikap anti sosial, biasaya akan lebih senang menyendiri dan mengurung diri sendiri, tak senang bergaul dengan sesamanya, dan introvert (tertutup). Selain dampak tersebut, menurut penelitian yang sama, anak pun akan rentan terlibat perkelahian dan senang mencuri. Lalu, apa kaitan tayangan televisi dengan dampak tersebut? Tentu saja, karena tayangan televisi sangat memengaruhi pola pikir, psikologis, dan mental anak.

Anak akan Cenderung Bersikap Agresif, Kurang Berminat Belajar, dan Memiliki Kebiasaan Serta Perilaku yang Kurang Baik
Diana Zuckerman, seorang pakar pediatrik (ilmu kesehatan) anak, menyebutkan ada empat dampak negatif televisi bagi anak. Yaitu, anak akan cenderung bersifat agresif, memiliki sifat rasis (merendahkan kesukuan), kurang berminat belajar, dan memiliki kebiasaan serta perilaku yang kurang baik. Sebagai orang tua, tentunya kita tak menginginkan satu atau lebih dampak tersebut dialami anak kita.

Anak Rentan Memiliki Berat Badan Berlebih
Dilansir dari situs kidshealth.org, bila anak menonton tayangan televisi lebih dari empat jam dalam sehari, anak akan memiliki berat badan berlebih. Sebabnya, dengan menonton televisi dalam jangka waktu tersebut, anak akan terdiam duduk menonton tayangan televisi sehingga mengurangi aktivitas fisik anak seperti berjalan-jalan ataupun bermain. Bila anak memiliki berat badan berlebih, biasanya akan memunculkan berbagai penyakit. Beberapa contoh penyakit yang diakibatkan berat badan berlebih, dilansir dari situs bidanku.com, antara lain gangguan pernapasan, asma, penyakit hati, dan darah tinggi.

Kesimpulannya, mencegah anak agar tak betah menonton tayangan televisi menjadi bagian pendidikan anak. Sebabnya, masing-masing dampak kurang baik tersebut sangat berbahanya bagi perkembangan psikologis sang anak. Karena dampak tersebut sangat berbahaya, sangat penting bagi orang tua agar mencegah anak tak terlalu lama menonton tayangan televisi. Setiap orang tua tentunya punya trik-trik tersendiri agar sang anak tak betah menonton tayangan televisi. Bila diperlukan, kita dapat juga menghilangkan televisi dari dalam rumah.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. http://www.telegraph.co.uk/news/health/children/4431014/Too-much-television-can-make-children-mentally-ill.html
2. http://kidshealth.org/en/parents/tv-affects-child.html
3. http://bidanku.com/bahaya-obesitas-pada-anak
4. http://pediatrics.aappublications.org/content/138/5/e20162591

Sumber Gambar:
1.http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2014/06/20/article-2663147-18EA790800000578-756_634x635.jpg


Related Posts :