Selasa, 25 Juli 2017

Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak

Memainkan game dengan teratur memiliki dampak positif bagi anak. sebaliknya, bermain game secara berlebihan membawa banyak dampak negatif untuk anak.


Gambar 1. Anak bermain game

Sering kita jumpai anak – anak yang sibuk bermain game di taman maupun tempat bermain. anak yang memainkan game secara berlebihan (tidak tahu waktu) bisa jadi itu adalah tanda anak sudah kecanduan game berikut dampak negatif kecanduan game bagi anak.

  1. Menyebabkan perilaku agresif, terutama bagi anak laki-laki karena kecenderungan memainkan game dengan tema kekerasan.
  2. Mengabaikan kebutuhan lain, misalnya belajar, makan, mandi, tidur, dan lebih suka bermain game sendiri di depan komputer atau televisi daripada bergaul dengan saudara atau teman di lingkungan sekitar.
  3. Mengganggu kesehatan, berupa gangguan pencernaan, kram tangan dan lain-lain karena sering mengabaikan kebutuhan makan dan istirahat.
  4. Memicu masalah emosi, seperti sering marah, murung, merasa sendiri, dan marah ketika mendapat teguran karena terlalu lama bermain game.
  5. Mengalami obsesi, yaitu perasaan tertekan ketika tidak bermain sehingga anak terus berpikir tentang game dan ingin bermain untuk waktu yang cukup lama.
  6. Mendorong ketidakjujuran, biasanya mengenai waktu dan uang yang telah mereka habiskan untuk bermain game. Mereka melakukan ini karena kebohongan merupakan cara untuk melindungi kesenangan bermain game.
  7. Tidak mampu mengendalikan diri, seorang pecandu game awalnya berencana bermain selama satu jam, akan tetapi ia melakukannya selama dua jam atau lebih, bahkan mungkin sepanjang malam. Mereka melakukan ini karena mengalami kesenangan saat bermain dan kehilangan rasa itu saat berhenti.

Karena banyaknya dampak negatif sudah sepatutnya orangtua mengambil langkah agar anak mulai meninggalkan kegemarannya tersebut. Mungkin tidak mudah bagi anda untuk melepaskan anak dari kecanduan game tetapi, anak pun merasakan hal yang sama. Berikut tip – tips mengatasi kecanduan game pada anak.

  1. Beri anak kesibukan lain
    Coba libatkan anak Anda dalam kegiatan olah raga atau kegiatan di luar sekolah yang pernah ia sukai sebelumnya. Jika ia nampak enggan atau tak menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan tersebut, katakan padanya bahwa ia baru boleh bermain game sesudah ia pergi les renang atau bermain bersama teman-temannya.

  2. Tetapkan jadwal bermain
    Sudah saatnya anda tegas berilah batasan bermain bagi mereka misalnya, dari jam 2 siang hingga jam 3 siang. Berilah hukuman atau sangsi jika anak melanggar peraturan ini.

  3. Sita peralatan game mereka
    Amankan atau sembunyikan perangkat game dari jangkauan anak hingga batas waktu yang menurut Anda tepat. Misalnya, satu atau dua minggu. Atau bisa juga Anda mengamankan perangkat game mereka pada hari-hari sekolah dan hanya mengeluarkannya pada akhir pekan atau hari libur. Jangan lupa untuk selalu mendampingi anak ketika mereka bermain, Ibu. Dan jangan gunakan games sebagai pengalih perhatian anak agar mereka tidak mengganggu Anda bekerja atau menyelesaikan pekerjaan rumah.

Kecanduan game adalah masalah serius selain mengganggu kesehatan fisik memainkan game juga tidak baik bagi kesehatan jiwa anak. Tindakan tegas orangtua sangat berarti untuk masalah ini.

Oleh : call me
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar :
http://jagatplay.com/2014/08/news/penelitian-buktikan-video-game-hasilkan-efek-positif-untuk-anak-anak/


Related Posts :