Jumat, 04 Agustus 2017

Menyesuaikan Penggunaan Gadget Dengan Usia Anak

Seiring kemajuan teknologi, kini tercipta berbagai gadget. Selain orang dewasa, anak-anak pun kini dapat juga menggunakan gadget. Misalnya, menggunakan smartphone untuk bermain game. Nah, terkait pendidikan anak, ada baiknya menyesuaikan usia anak dengan penggunaan gadget yang dimainkannya. Lalu, bagaimana menyesuaikannya?

Menurut seorang ahli perkembangan anak asal Swiss bernama Jean Piaget, dilansir dari nytimes.com, terdapat empat tahap perkembangan anak. Bila kita menyesuaikan gadget dengan tahapan tersebut, akan menstimulasi perkembangan anak. Lalu, apa saja masing-masing tahap tersebut? Dan juga, gadget apa yang sesuai dengan masing-masing tahap tersebut?


Gambar 1. Bagaimana Menyesuaikan Penggunaan Gadget dengan Usia Anak? Simak Tulisan Berikut…

Usia Dua Tahun Pertama
Pada usia 2 tahun pertama, anak memasuki tahap perkembangan kemampuan sensomotorik. Secara mendasar, kemampuan sensomotorik yaitu kemampuan untuk menggunakan panca indera. Misalnya, mendeteksi sumber suara ataupun mengetahui posisi keberadaan suatu benda.

Nah, agar membantu perkembangan sensomotorik anak, sebaiknya kita tak memberikan gadget kepada anak. Sebabnya, menurut Jean Piaget, penggunaan gadget kurang menstimulasi perkembangan sensomotrik anak. Dibandingkan memberikan gadget, kita sebaiknya memberikan mainan yang bersuara dan bersinar-sinar. Mainan yang bersuara dan bersinar-sinar lebih menstimulasi perkembangan mental anak dibandingkan gadget. Misalnya, mainan robot yang bersuara dan bersinar-sinar saat bergerak.

Usia 3 Hingga 5 Tahun
Pada saat anak memasuki usia 3 hingga 5 tahun, anak memasuki tahap perkembangan kemampuan pre operational. Pada tahapan ini, secara mendasar sang akan belajar bagaimana menggunakan suatu hal. Termasuk juga bagaimana menggunakan gadget. Nah, untuk membantu perkembangan kemampuan pre operational anak, kita ajarkan kepada anak cara mengoperasikan gadget yang biasa kita gunakan. Misalnya, bila kita menggunakan smartphone android, kita ajarkan bagaimana bermain suatu game. Sang anak pun akan tertarik mempelajarinya. Sebabnya, anak cenderung menyukai hal-hal yang dilihatnya.

Usia 6 Hingga 11 Tahun
Anak akan memasuki tahapan perkembangan kemampuan concrete operation (operasi nyata) saat berusia 6 hingga 11 tahun. Pada tahapan ini, anak senang mengerjakan satu hal dengan cara-cara yang nyata dan mudah dipahami di dalam benak sang anak. Nah, terkait gadget, kita dapat memberikan smartphone ataupun laptop kepada anak untuk bermain game yang mudah dimainkannya. Saat anak bermain game, akan melatih kemampuan concrete operational anak. Misalnya, untuk menyelesaikan suatu level game, akan sangat melatih kemampuan tersebut.

Di atas 12 Tahun
Pada saat anak telah berusia lebih dari 12 tahun, anak memasuki tahap perkembangan kemampuan formal operational. Secara mendasar, kemampuan formal operational yaitu kemampuan mengerjakan suatu hal dengan teknik yang umum dan lazim digunakan masyarakat luas, Misalnya, menyelesaikan soal matematika dengan rumus yang sudah diketahui masyarakat luas. Ambil contoh, menghitung sisi miring segitiga dengan menggunakan rumus phytagoras. Contoh lainnya, menghitung kecepatan benda dengan rumus fisika.

Nah, terkait gadget, kita dapat memberikan gadget untuk penggunaan yang lebih mahir. Misalnya, bila memiliki kamera digital, kita ajarkan teknik-teknik mengambil foto yang biasa dilakukan fotografer profesional. Contoh lainnya, bila kita memiliki latar belakang pendidikan IT, kita ajarkan dasar-dasar teknik programming kepada sang anak.

Demikian, menyesuaikan penggunaan gadget dengan usia anak. Kesimpulannya, bila anak bermain gadget yang seusai dengan usianya, sangat membantu perkembangan sang anak.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi
http://www.nytimes.com/2008/06/12/technology/personaltech/12basics.html

Sumber Gambar:
http://icdn5.digitaltrends.com/image/baby-using-computer-1000x666.jpg


Related Posts :