Rabu, 08 November 2017

Memahami masalah anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/memahami-masalah-anak

Setiap orang pasti mempunyai masalahnya sendiri. Begitupun anak, jangan berpikir bahwa seorang anak tidak memiliki masalah karena sibuk dengan waktunya yakni belajar, bermain, dan bersenang-senang.

Banyak orangtua yang sibuk memarahi anaknya karena prestasi akademik yang kurang. Banyak juga orangtua yang menekan anaknya agar selalu mendapatkan nilai sempurna. Dengan perilaku seperti ini bukan tidak mungkin anak menjadi depresi sekaligus tertekan. Masalahnya, terkadang seorang anak tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dan masalah anak tidak hanya prestasi atau nilai pengetahuan saja. Anak yang memiliki masalah lain di sekolah maupun di rumah tentu akan semakin tertekan dengan tekanan untuk berprestasi dari orangtua.


Gambar 1. anak

Perasaan tertekan anak pastilah tidak baik untuk pertumbuhan fisik maupun psikisnya. Untuk itu penting bagi para orangtua untuk selalu memperhatikan masalah yang mungkin dihadapi anak sebelum menuntut sesuatu dari anak.

Banyak juga yang melampiaskan perasaan tertekannya dengan perilaku nakal, gampang marah atau ngambek, susah diajak bicara, bandel, keras kepala, suka cari perhatian, dsb. melihat perilaku anak yang demikian itu membuat orangtua marah karena si anak tidak bisa di atur. Tapi, perilaku anak yang mendadak berubah pasti ada sebabnya. Untuk itu alangkah baiknya jika orangtua selalu perhatian dengan perilaku–perilaku si kecil sehingga anda tidak langsung memarahinya melainkan bisa berbicara dengan anak tentang masalahnya.

Masalah anak dapat meliputi, dimusuhi teman, mulai mencintai orang lain, bullying dari teman–temannya atau yang lainnya. Berikut tips–tips untuk lebih dekat si kecil dan lebih memahaminya serta masalahnya.

  1. Sempatkan waktu untuk berbicara dengan anak
    Keterbukaan sangat diperlukan dalam hubungan anak dan orangtua. Dengan keterbukaan orangtua bisa lebih memahami keinginan si kecil juga lebih peduli terhadap masalah si kecil. Untuk mencapai keterbukaan antara orangtua dan anak. Anda perlu menjadi tempat yang nyaman bagi mereka. Tempatkan diri anda sebagai sahabat dekat anak. Dengan begitu anak tidak canggung lagi berbagi masalahnya dengan anda. Anda dapat meluangkan waktu sebelum si kecil tidur atau di hari–hari libur atau sesering yang dapat anda lakukan.

  2. Ketahuilah bahwa setiap anak memiliki keunikannya sendiri–sendiri
    Karakter dan kelebihan anak yang satu dan anak yang lainnya itu berbeda. Jadi jangan pernah membanding–bandingkan kemampuan anak anda dengan anak yang lain. Hal itu akan membuat anak menjadi berkecil hati. Kalaupun orangtua tetap ingin membandingkan anaknya alangkah baiknya orangtua tidak memuji berlebihan anak yang lain dan hanya bertujuan untuk memberi motivasi pada anaknya.

Itulah tips–tips yang dapat disampaikan. Peting bagi para orangtua untuk bisa menyikapi atau menyelesaikan masalah anaknya dengan demikian anak merasa bahwa akan ada orang yang selalu mendukungnya dan menyayanginya.

Oleh : Nadiran
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi : http://www.matrapendidikan.com/2016/10/memahami-dan-menyikapi-masalah-anak.html
http://www.pendidikankarakter.com/cara-terbaik-memahami-anak/

Referensi gambar :
https://pixabay.com/en/children-garden-autumn-hide-play-1879907/


Related Posts :