Senin, 11 Desember 2017

Mengatasi Sikap Temperamental Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/mengatasi-sikap-temperamental-anak

Sebagian anak memiliki sikap yang temperamental. Secara mendasar, temperamental yaitu sikap yang sangat emosional. Biasanya, seorang anak akan menunjukkan sikap tersebut bila tak berhasil mencapai tujuannya. Misalnya, bila seorang anak tak berhasil menyelesaikan permainan puzzle, ia akan melempar puzzle sebagai ‘pelampiasan’ kekecewaannya. Contoh lainnya, bila tak berhasil menyelesaikan suatu level game android, ia akan menggerutu. Nah, apakah anak kita bersikap demikian?


Gambar 1. Mengatasi Sikap Temperamental Anak?

Bila anak kita menunjukkan sikap tersebut, tentunya membuat kita dan orang-orang di sekitarnya merasa kurang nyaman. Terlebih, bila sang anak menunjukkan sikap temperamental yang sangat meledak-ledak. Tak tertutup kemungkinan juga, saat anak menginjak usia dewasa. sikap temperamental akan terbawa, Nah, bila anak kita memiliki sikap tersebut, bagaimana mengatasinya?

Sebelum membahas bagaimana cara mengatasinya, mari kita mengkaji apa yang sesungguhnya menyebabkan anak bersikap temperamental. Menurut Ross Greene, seorang psikologi sekaligus penulis buku The Explosive Child, sikap temperamental anak disebabkan ketidakmampuan anak dalam mengekplorasi. Selain itu, Greene pun menambah bahwa faktor keturunan menjadi hal lainnya yang menyebabkan munculnya sikap temperamental anak.

Nah, dengan demikian, sebagai langkah awal mengatasi sikap tersebut, kita jauhkan anak dari aktivitas yang dapat membuatnya menjadi temperamental. Misalnya, bila anak senang bermain game android yang berisiko membuatnya menunjukkan sikap temperamental, jauhkan anak dari game tersebut. Agar lebih menjauhkan game tersebut dari anak, kita dapat juga mengajaknya melakukan aktivitas lainnya yang disukainya. Misalnya, berjalan-jalan ataupun berekreasi. Nah, setelah anak merasa tenang, kita jelaskan bagaimana menyelesaikan game tersebut. “Tunggulah hingga anak merasa tenang sebelum melakukan sesuatu dengan benar”, tutur Greene.

Selain menjauhkan anak dari hal yang membuatnya menunjukkan sikap frustrasi, sebagai langkah awal lainnya mengatasi sikap tersebut, lekaslah membantu anak. Dengan lekas membantu anak, akan mencegah sikap temperamental anak yang semakin meledak-ledak. Misalnya, bila akan bersikap temperamental karena kesulitan menyelesaikan game puzzle, lekaslah membantu anak menyelesaikannya. Nah, setelah anak merasa lebih tenang, kita jelaskan bagaimana menyelesaikan game tersebut.

Selain faktor ketidakmampuan dalam bereksplorasi, Green pun menuturkan bahwa kurangnya motivasi pun menjadi penyebab lainnya munculnya sikap temperamental anak. Semakin kurang anak mendapatkan motivasi dari orang tuanya, secara mendasar akan lebih memicu anak bersikap temperamental. “Anak akan cepat frustrasi bila kurang mendapatkan motivasi”, tuturnya. Secara psikologis, frustrasi menjadi salah satu hal yang akan menyebabkan munculnya sikap temperamental. Dengan demikian, untuk mencegah ataupun mengatasi sikap temperamental anak, memotivasi anak menjadi hal penting. Kita, sebagai orang tua, tentunya mempunyai cara tersendiri untuk memotivasi anak.

Demikian, apa yang sesungguhnya menyebabkan munculnya sikap temperamental anak. Dan juga, bagaimana langkah mengatasi sikap tersebut. Kesimpulannya, mengatasi sikap temperamental anak bukanlah hal sulit. Semoga bermanfaat…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.todaysparent.com/kids/when-your-child-has-a-very-bad-temper/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/22/Sandakan_Sabah_Angry-Child-01.jpg/1280px-Sandakan_Sabah_Angry-Child-01.jpg


Related Posts :