Selasa, 09 Januari 2018

Menanamkan Pemikiran Positif Kepada Sang Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/menanamkan-pemikiran-positif-kepada-sang-anak

Terkadang, anak kita menunjukkan sikap yang ‘lesu’, kurang optimis, kurang semangat, ataupun mudah mengeluh. Nah, bila anak kita bersikap demikian, apa yang sebaiknya kita lakukan? Agar anak kita tak bersikap demikian, tanamkan pemikiran positif kepada sang anak. Lalu, bagaimana kita sebaiknya menanamkannya. Untuk membantu menanamkannya, berikut beberapa tips yang dapat kita coba.


Gambar 1. Bagaimana Menanamkan Pemikiran Positif Kepada Sang Anak?

Kata Adalah Doa.
Kita sering mendengar pepatah kata adalah doa. Nah, hal tersebut pun berlaku bagi anak kita. Buatlah anak kita agar selalu mengucapkan kata-kata positif. Bila anak mengucapkan kata-kata optimisme, sebenarnya akan menanamkan pemikiran positif kepada anak.Sebaliknya, bila anak mengucapkan kata-kata pesimis, menyebabkan anak akan cenderung berpikir negatif. Ambil contoh, anak kesulitan menyelesaikan ujian matematika. Bila ia berkata mampu menyelesaikannya, membuat dirinya lebih yakin bahwa ia dapat menyelesaikannya.

Yakinkan Bahwa Pemikiran Negatif Membawa Hal Buruk.
Agar pemikiran pesimis semakin menjauh dari jiwa anak kita, yakinkan kepada sang anak bahwa pemikiran negatif akan membawa hal buruk. Misalnya, bila anak kita sering mengeluh, yakinkan bahwa mengeluh akan mendatangkan hal buruk. Misalnya, menceritakan bahwa sifat mengeluh membuat sang anak tak akan meraih cita-citanya.

Buatlah Lingkungan yang Positif.
Pemikiran positif membawa aura yang ‘menular’ ke siapapun. Termasuk juga bagi anak kita. Nah, bila lingkungan memancarkan aura yang positif, sebenarnya akan menanamkan pemikiran positif di dalam jiwa sang anak. Ambil contoh, bila menunjukkan kepada sang anak bahwa kita mampu menyelesaikan permasalahan apapun, hal ini akan tertanam di dalam jiwa anak kita. Ada banyak cara juga untuk membuat lingkungan yang positif. Misalnya, sering bercanda dan tertawa bersama anak kita.

Kesalahan Adalah Pengalaman Berharga.
Kesalahan-kesalahan, secara psikologis, memang membuat pikiran dan jiwa menjadi tak optimis. Terlebih, bila kesalahan begitu membekas di dalam benak kita. Dan juga, bila sulit hilang dari dalam pikiran kita. Hal ini berlaku juga bagi sang anak. Nah, cobalah menyuruh sang anak agar mencatat kesalahan-kesalahannya Lalu, kita suruh sang anak untuk mengevaluasinya. Dengan menerapkan tips ini, secara psikologis sang anak akan melupakan kesalahan yang pernah ia lakukan.

Tanamkan Kepercayaan Diri.
Kepercayaan diri ibarat bahan bakar yang terus memacu anak agar selalu berpikir positif. Nah, sebagai tips mudah untuk menanamkan rasa kepercayaan diri kepada sang anak, buatlah sang anak agar melakukan aktivitas yang membuatnya semakin percaya diri. Misalnya, bila sang anak senang bermain sepakbola, buatlah suatu tantangan. Misalnya, menendang bola agar masuk ke dalam gawang. Semakin ia bersemangat melakukannya, akan menanamkan rasa percaya diri di dalam dirinya. Hal ini membuat anak percaya diri terhadap hal apapun.

Kasih Sayang.
Rasa Kasih sayang orang tua pun ibarat bahan bakar yang terus memacu anak agar selalu berpikir positif. Kita, sebagai orang tua, tentunya mempunyai cara tersendiri untuk memberikan rasa kasih sayang kepada sang anak. Sebaliknya, tanpa rasa kasih sayang, sang anak akan cenderung berpikir kurang optimis.

Demikian, beberapa tips mudah dan praktis menanamkan pemikiran positif kepada sang anak. Kesimpulannya, pemikiran positif menjadi salah satu pondasi penting dalam perkembangan jiwa sang anak.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.livestrong.com/article/77539-teach-children-positive-attitudes/

Sumber Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2015/05/31/11/56/boy-791362_960_720.jpg


Related Posts :