Minggu, 28 Januari 2018

Tips Agar Anak Mampu Menata Waktu Sejak Usia Dini

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/tips-agar-anak-mampu-menata-waktu-sejak-usia-dini

Kemampuan menata waktu menjadi salah satu fondasi penting untuk meraih kesuksesan berkarir. Nah, agar peluang kesuksesan berkarir anak kita semakin terbuka lebar saat berusia dewasa, kita dapat mengajarkan kemampuan tersebut kepada anak sejak usia dini. Lalu, bagaimana kita sebaiknya mengajarkannya? Apakah mesti bersikap keras kepadanya? Berikut beberapa tips sang anak mampu menata waktu.


Gambar 1. Bagaimana Agar Anak Mampu Menata Waktu?

Tampilkan Kalender dan Jadwal Harian yang Berwarna-Warni.
Bila menyuruh anak untuk menuliskan rencana aktivitas harian pada secarik kertas, biasanya menjadi hal yang kurang menyenangkan baginya. Nah, agar sang anak dapat menata waktu untuk jadwal aktivitas harian, kita belikan kalender dan jadwal harian yang cerah dan berwarna-warni. Sebabnya, secara psikologis, anak-anak menyukai tampilan apapun yang begitu cerah dan berwarna-warni. Belikan juga stiker khusus untuk setiap aktivitas. Misalnya, stiker bergambar buku dan pensil yang menarik untuk aktivitas mengerjakan pekerjaan sekolah. Stiker ini ditempelkan pada jadwal harian yang berwarna-warni. Singkatnya, dengan menerapkan tips ini, sangat merangsang sang anak untuk melakukan yang sudah direncanakannya.


Gambar 2. Contoh Kalender Berwarna-Warni

Bantu Anak Menentukan Prioritas
Anak-anak memang belum mampu memahami aktivitas yang penting dan aktivitas yang kurang penting. Singkatnya, anak-anak belum memahami prioritas. Nah, bantulah sang anak agar memahaminya. Misalnya, sang anak ingin bermain di luar rumah namun ia mesti menyelesaikan pekerjaan rumah yang akan dikumpulkan esok hari. Kita jelaskan kepada anak bahwa menyelesaikan pekerjaan lebih penting daripada bermain. Jelaskan juga kepada anak bahwa sang anak dapat bermain di luar rumah esok harinya.

Bantu Anak ‘Mengukur’ Lamanya Waktu
Kemampuan ‘mengukur’ atau memperkirakan lamanya waktu pun menjadi hal penting agar anak lebih mampu menata waktu. Misalnya, ‘mengukur’ berapa lama waktu sepuluh ataupun dua puluh menit. Bila sang anak mampu memperkirakannya, sang anak mampu mengalokasikan waktu untuk aktivitas tertentu. Misalnya, menyediakan waktu satu jam untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Tunjukkan Contoh
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang di sekitarnya. Nah, terkait kemampuan menata waktu, untuk lebih menanamkan sikap pentingnya menghargai waktu, tunjukkan contoh. Tunjukkan juga bila kita ‘menaati’ aktivitas-aktivitas yang tercatat pada jadwal tersebut. Kita tempelkan jadwal yang berisi aktivitas harian tersebut pada dinding. Saat anak melihatnya, akan mendorong sanganak untuk melakukan hal yang sama.

Sebaiknya, Mulailah Menanamkan Kemampuan Tersebut Sebelum Anak Berusia Remaja
Alangkah lebih baik bila kita mulai menanamkan kemampuan menata waktu kepada anak sebelum anak berusia remaja. Sebabnya, saat anak berusia remaja, akan memiliki aktivitas yang lebih padat dan kompleks. Anak remaja pun biasanya akan menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah, dibandingkan di dalam rumah. Nah, bila anak terbiasa melakukan aktivitas sederhana berdasarkan rencana yang sudah dibuatnya, akan lebih memudahkan melakukan aktivitas yang lebih kompleks berdasarkan rencana yang sudah ditetapkannya.

Demikian, beberapa tips agar sang anak mampu menata waktu. Kesimpulannya, terdapat beragam cara efektif untuk mengajarkan sang anak agar mampu menata waktu. Semoga menginspirasi…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.thespruce.com/how-to-teach-your-kids-time-management-skills-4126588

Sumber Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2016/11/29/04/36/alarm-clock-1867357_960_720.jpg
2. http://www.publicdomainpictures.net/pictures/40000/velka/2013-calendar-for-kids.jpg


Related Posts :