Minggu, 04 Maret 2018

Dampak Negatif Tidak Percaya Terhadap Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/dampak-negatif-tidak-percaya-terhadap-anak

Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik termasuk terhadap sang buah hati. Sebagai orang tua, anda pastilah menginginkan segala keputusan terbaik untuk anak anda. Kebanyakan orang tua selalu menyuruh anaknya untuk berhati – hati ketika mencoba sesuatu hal yang baru. yang akhirnya malah orang tua berlaku over protektif terhadap sang anak. tapi sadarkah anda kebiasaan ini mungkin berdampak negatif bagi anak?.


Gambar 1. Orang tua dan anak

Kekhawatiran berlebihan “perilaku over protektif”, yang ditangkap anak adalah orang tua tidak percaya kemampuan mereka. Nah, kalau sudah begini biasanya anak akan kehilangan kepercayaan diri mereka. Berikut beberapa dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari perilaku over protektif.

  1. Keputusan yang dibuat anak cenderung terburu – buru dan anak mudah marah
    Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Vermont menyebut orang terlalu mengontrol membuat anak rentan stres. Hal ini menjadikan mereka lebih kasar dan tidak sopan kepada teman-temannya, bahkan ketika mereka dewasa.

    Peneliti Jamie Abaied dan rekan-rekannya meneliti 180 mahasiswa dan hubungan mereka dengan orang tuanya. Hubungan mereka dianalisis berdasarkan seberapa sering orang tua mengirim pesan teks, email, atau mengontak melalui media sosial.

    Ditemukan bahwa mahasiswa yang orang tuanya sering berkirim pesan merasa lebih mudah cemas dan stres. Hal ini membuat mereka lebih sering mengambil keputusan secara terburu-buru dan lebih sering marah kepada teman akibat hal sepele.

    Sebaliknya, mahasiswa yang berkirim pesan dengan orang tuanya dalam frekuensi normal memiliki kepribadian yang lebih tenang. Mereka juga lebih baik dalam mengambil keputusan dan lebih sering dipilih menjadi pemimpin kelompok.

  2. Masa depan anak kurang bahagia
    Penelitian yang dilakukan oleh Dr Mai Stafford dari University College London dilakukan kepada 5.000 orang yang lahir pada tahun 1946. dr Stafford melakukan survei terhadap pola asuh orang tua dan bagaimana kehidupan si anak bertahun-tahun kemudian.

    Penelitian Dr Stafford menemukan bahwa orang tua yang mengedepankan kehangatan dan responsif memiliki anak yang lebih bahagia, lebih sehat secara mental dan lebih puas menjalani hidup ketika dewasa.

    Sebaliknya, orang tua yang mengekang anak ternyata berpotensi membuat anak tidak bahagia dan tidak puas akan hidupnya. Ada beberapa faktor yang memengaruhi perasaan ini, antara lain ketergantungan yang tinggi terhadap orang tua dan tak bisa mengambil keputusan sendiri.

  3. Anak sulit mengambil keputusan
    Pernahkah menemukan anak yang selalu bertanya pada orangtuanya ketika akan memutuskan sesuatu. Jika sesekali dilakukan, hal itu tidak masalah karena artinya anak menghargai keberadaan orangtuanya sebagai penasehat hidupnya.

  4. Kemungkinan menjadi pemberontak saat dewasa
    Seorang anak mungkin akan diam saja ketika menerima sikap orangtua yang otoriter dan terlalu protektif. Mereka akan menuruti setiap perintah dan larangan yang kita sampaikan pada mereka. Tetapi jangan bangga jika cara mendidik orangtua yang seperti itu membuat mereka patuh tanpa perlawanan.

    Mungkin saja suatu saat mereka akan menjadi pemberontak karena merasa tidak tahan dengan sikap orangtuanya. Ketika usia balita anak mungkin belum mampu bertanya mengapa mereka dilarang dan diperintah melakukan banyak hal, tetapi semakin bertambahnya usia mereka, pertanyaan di dalam pikiran mereka pun akan makin besar.

    Jika orangtua tetap tidak bisa memberikan penjelasan yang dapat diterima oleh akal mereka, maka mereka akan menjadi sosok pemberontak yang liar dan sukar dikendalikan.

Setiap orang tua pastilah menginginkan hal yang terbaik untuk anak – anaknya. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki haknya untuk bertindak sesuai apa yang ia anggap benar setiap anak juga berhak hidup tanpa kekangan dari pihak manapun.

Oleh : Lintang Rahmawati
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
1. http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2010/04/09/4914/menghindari-dampak-negatif-rasa-tidak-percaya-diri-pada-anak/#sthash.Qc1P5x6K.dpbs
2. https://cantik.tempo.co/read/1044303/tak-percaya-pada-anak-dampak-buruknya-sampai-dia-besar

Referensi gambar :
1. https://pixabay.com/en/family-parenting-together-people-1784371/


Related Posts :