Kamis, 29 Maret 2018

Sensitif! Cara Bijak Diskusikan Perceraian Dengan Buah Hati Anda

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/sensitif-cara-bijak-diskusikan-perceraian-dengan-buah-hati-anda

Setiap pasangan suami istri tentunya berharap agar rumah tangga yang mereka bangun bisa langgeng. Hampir tidak ada pasangan yang mengharapkan perceraian. Perceraian bisa dibilang pukulan terberat bagi pasangan suami istri terutama bagi anak.


Gambar 1. Ilustrasi perceraian

Dengan melibatkan anak-anak akan memberikan efek yang jauh lebih dahsyat karena meninggalkan trauma psikologis. Seringkali sebagai orang tua yang hendak akan bercerai tak memerhatikan konsekuensi negatif yang dialami oleh anak-anak.

Perceraian adalah topik yang sangat sensitif dan emosional untuk dibicarakan dengan anak-anak. Namun ketika Anda dan pasangan memutuskan berpisah, mau tidak mau hal tersebut harus dibicarakan. Dikutip Reader's Digest berikut kami merangkum beberapa tips bijak dalam membicarakan perceraian dengan anak anda.

1. Alangkah baiknya jika anda tidak membicarakan masalah ini terlalu cepat

Perlu diketahui bahwa membicarakan perceraian dengan anak terlalu cepat adalah sebuah kesalahan. Karena anak – anak tidak perlu terlibat dalam proses perceraian, pengambilan keputusan, dan konflik lainnya Orang tua seharusnya membiarkan anak-anak mengetahui saat semuanya sudah selesai dan memberitahu apa rencana mereka selanjutnya. Dan yang terbaik adalah ketika orang tua bisa kompak membicarakan kepada anak-anak tanpa saling menyalahkan satu sama lain.

2. Perhatian ekstra untuk anak itu penting

Setelah menceritakan perceraian dengan anak, perhatikan reaksi dan tingkah laku anak. "Pada anak-anak, perilaku lebih bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata. Meskipun kebanyakan anak menyesuaikan diri dengan perubahan yang diakibatkan oleh perceraian, berkonsultasi ke psikolog dapat membantu anak-anak dan keluarga secara keseluruhan melalui transisi yang sulit ini." ucap Dr Sileo.

3. Jika perlu, komunikasikan hal ini dengan guru

Setelah perceraian mungkin terdapat perilaku – perilaku berbeda yang ditunjukkan anak. Dengan mengkomunikasikan hal ini dengan guru anda bisa meminta laporan tentang tingkah laku anak anda. Hal ini bertujuan agar anda bisa meminimalisir dampak buruk terhadap kesehatan mental anak ke depannya.

4. Anak tidak bersalah dalam perceraian orangtuanya! Pastikan mereka menyadari hal itu.


Gambar 2. anak

Anak cenderung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Adalah ciri khas bagi anak untuk mencari alasan kenapa orang tuanya berpisah. Dalam hal ini terkadang, mereka menyalahkan sikap mereka atas perceraian orang tua mereka. Untuk itu anda sebagai orang tua perlu meyakinkan anak berulangkali sampai mereka yakin bahwa perceraian bukanlah kesalahan mereka

5. Gunakan kata – kata yang mudah dimengerti anak

Gunakan kata-kata yang bisa dipahami anak-anak, misalnya jika Anda bercerai karena perselingkuhan sebaiknya tidak menjelaskan secara detail kepada anak-anak Anda. Karena hal ini mungkin akan menyebabkan kecemasan berlebihan pada anak.

6. Pakailah bantuan profesional jika memang diperlukan

Jika Anda masih belum mengetahui bagaimana caranya memberitahukan perceraian kepada anak, mintalah bantuan profesional untuk menceritakannya. Berbicara dengan profesional kesehatan mental dapat membantu Anda mendapatkan saran untuk menghadapi reaksi anak.

Divorce, Separation, Argument, Dispute, Conflict

Itulah beberapa tips yang mungkin dapat anda jadikan acuan dalam membicarakan perceraian dengan anak.

Oleh : Lintang Rahmawati
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
1. http://lifestyle.liputan6.com/read/2534104/7-kesalahan-fatal-dampak-perceraian-orang-tua-pada-anak
2. https://www.merdeka.com/gaya/8-tips-saat-memberitahu-anak-tentang-perceraian.html
3. https://id.theasianparent.com/6-cara-jelaskan-perceraian-pada-anak/

Referensi gambar :
gambar 1. https://pixabay.com/en/family-divorce-separation-before-3090056/
Gambar 2. https://pixabay.com/en/bullying-child-finger-suggest-show-3089938/
Gambar 3. https://pixabay.com/en/divorce-separation-argument-dispute-2437969/


Related Posts :