Kamis, 15 Maret 2018

Tips Berkomunikasi dengan Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@puncakbukit/tips-berkomunikasi-dengan-anak

Dalam masa pendidikan anak, berkomunikasi dengan anak menjadi salah satu hal penting. Bila komunikasi orang tua dengan anak terjalin dengan baik, tentunya akan membangun perilaku anak yang lebih positif. Sebaliknya, bila komunikasi terjalin yang kurang baik, tak tertutup kemungkinan menyebabkan anak cenderung bersikap negatif. Lalu, bagaimana kita sebagai orang tua sebaiknya berkomunikasi dengan anak? Berikut beberapa tips berkomunikasi dengan anak.


Gambar 1. Bagaimana Sebaiknya Berkomunikasi dengan Anak?

Hindari Berkomunikasi dengan Anak Saat Kita Marah.
Ada saatnya, perilaku anak membuat kita marah. Nah, saat kita merasa marah, hindari langsung memarahinya. Sebabnya, saat kita marah, secara psikologis kita tak dapat menilai perilaku anak secara objektif. Dengan kata lain, kita sebenarnya cenderung mengedepankan emosi. Karenanya, saat marah, belum tentu penilaian kita benar-benar objektif. Tak tertutup kemungkinan juga, sang anak akan merasa begitu tertekan. Nah, tunggulah hingga kita merasa tenang. Setelah merasa tenang, kita dapat langsung berkomunikasi dengan anak.

Hindari Berkomunikasi Intensif dengan Anak Saat Kita Merasa Lelah.
Ada saatnya kita berkomunikasi intensif dengan sang anak untuk membahas hal-hal tertentu. Nah, saat kita merasa begitu lelah, sebaiknya tak berkomunikasi intensif dengan sang anak. Sebabnya, saat lelah, kita cenderung tak akan fokus mendengarkan pembicaraannya. Tak tertutup kemungkinan juga, kita akan salah mengartikan pembicaraan anak. Nah, tunggulah hingga merasa segar. Setelahnya, kita dapat langsung berkomunikasi intensif dengannya.

Utamakan Berbicara dalam Situasi ‘Empat Mata’.
Bila ingin berbicara hal-hal penting dengan anak, utamakan komunikasi ‘empat mata’. Dalam situasi komunikasi empat mata, secara psikologis sang anak lebih terbuka menyampaikan segala hal. Bila anak menyampaikan segala hal yang selama ini ditutup-tutupinya, tak ada salahnya memberinya sedikit pujian. Berikan juga solusi bila anak memiliki permasalahan. Hindari juga menyalakan televisi. Terlebih, bila suara televisi begitu keras. Hal-hal lainnya yang mengganggu proses komunikasi pun mesti kita padamkan. Misalnya, suara radio ataupun suara musik.

Hindari Menggunakan Smartphone Saat Anak Berbicara.
Saat anak berbicara dengan kita, hindari berbicara dengan anak sambil menggunakan smartphone. Dan juga, hindari melakukan hal-hal lainnya seperti membaca koran ataupun menonton televisi. Fokuslah terhadap hal-hal yang disampaikan sang anak. Bila melakukan hal lain saat anak sedang berbicara, tak tertutup kemungkinan sang anak akan merasa kurang diperhatikan dan dilecehkan.

Tak Mengucapkan Kata-Kata Kasar.
Saat berkomunikasi dengan anak, terlebih bila anak melakukan kesalahan, hindari mengucapkan kata-kata kasar. Misalnya, kata “bodoh” Sebabnya, cenderung memunculkan perilaku negatif. Misalnya, anak menjadi mudah temperamental ataupun membuat sang anak cenderung kurang percaya diri. Sampaikan kata-kata seperlunya saja tanpa perlu mengucapkan kata-kata kasar. Terlebih, mengucapkannya secara emosional.

Demikian, beberapa tips berkomunikasi dengan anak. Kesimpulannya, kita mesti mencermati bagaimana komunikasi dengan anak. Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi salah satu fondasi penting pendidikan anak.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://childdevelopmentinfo.com/how-to-be-a-parent/communication/

Sumber Gambar:
1.https://cdn.pixabay.com/photo/2015/12/08/00/52/silhouette-1082129_960_720.jpg


Related Posts :