Kamis, 21 Maret 2019

Pengaruh Kakak Bagi Perkembangan Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/pengaruh-kakak-bagi-perkembangan-anak

Selain orang tua, seorang kakak kandung pun sebenarnya berpengaruh juga terhadap perkembangan anak. Karenanya, agar perkembangannya menjadi lebih baik, seorang kakak mesti memberikan pengaruh yang positif kepadanya. Peran ini memang mesti dijalankan dengan baik olehnya. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan olehnya agar memberikan pengaruh positif baginya

Seperti halnya orang tua, seorang kakak pun sesungguhnya menjadi role model atau contoh panutan bagi adiknya. Hal apapun yang dilakukannya akan dicontoh. Dengan demikian, sangat penting untuk menampilkan perilaku-perilaku baik dan positif agar ia pun mencontohnya. Tak ada salahnya juga untuk mengajaknya bermain-main seperti halnya yang dilakukan banyak orang tua terhadap anak-anaknya. Saudara kandung yang lebih tua pun sesungguhnya dapat juga menjadi partner yang baik untuk bermain baginya. Memang, bermain-main bersama saudara lebih menyenangkan.


Gambar 1. Kakak Adik

Selain ayah ataupun ibu, seorang kakak pun mesti juga mengurus adiknya dengan sangat baik. Bila mengurus sang saudara kecil dengan sangat baik, sang adik yang masih berusia kanak-kanak merasakan bahwa mengurus dan menyayangi seorang saudara kecil menjadi hal yang teramat wajib dan penting. Hal ini akan tertanam dalam benaknya. Bila ia memiliki saudara kecil lagi, ia akan mengurusnya dan menyayanginya juga dengan baik.

Berkewajiban juga untuk menanamkan etika dan tata krama di dalam benaknya. Misalnya, mengajarkan bagaimana berperilaku yang sopan di hadapan orang tua. Menampilkan perilaku yang sopan pun menjadi media untuk mengajarkan etika dan tata krama kepadanya

Bantulah agar ia lebih mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya, bagaimana berkenalan dengan orang tua. Bila sang adik mengalami kesulitan dalam hal tersebut, tentunya sang kakak mesti memberitahunya. Misalnya, merasakan malu saat bertemu orang. Bantu ia agar mampu mengatasinya. Sering-sering juga berkomunikasi dan berinteraksi dengannya.

Dibandingkan ayah ataupun ibunya, terkadang seorang kakak lebih berpengaruh baginya. Misalnya, karena badannya sangat kotor, orang tuanya menyuruhnya untuk mandi namun ia enggan. Bila saudara tuanya yang menyuruhnya, ia akan lekas mandi. Peran ini tentunya mesti dioptimalkan. Kakak memang menjadi bagian penting dalam perkembangannya. Dapat menjadi juga kepanjangan tangan ayah ataupun ibu

Mesti juga mendorong proses pendidikannya. Misalnya, mengajarkannya berhitung, membaca, menganalisis hal yang sederhana, ataupun skill penting mendasar lainnya. Tak ada juga bermain-main terkait hal tersebut dengannya. Misalnya, bersama-sama menyelesaikan puzzle, membaca cerita bersama-sama, dan sebagainya

Tenang menghadapi masalah. Bila keluarga dilanda permasalahan, misalnya pertengkaran suami dengan istri, tenangkanlah diri. Tak perlu menghadapinya secara larut dalam emosional. Tak tertutup kemungkinan, ia menjadi sangat panik dan takut. Tenangkanlah dan yakinkan kepadanya bahwa hal ini akan segera selesai. Bisa saja, menjadi beban baginya. Sang anak mesti menikmati masa kanak-kanak dengan indah, bukan terbebani oleh beragam permasalahan keluarga.

Demikian, hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang kakak agar memberikan pengaruh positif bagi adiknya. Semoga bermanfaat…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://sleepysparrow.com/whats-the-role-of-the-older-sibling/

Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2015/11/04/17/27/sibling-1023000_960_720.jpg

Jumat, 08 Maret 2019

Beberapa Hal Penting Tentang Anak Tunggal

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/beberapa-hal-penting-tentang-anak-tunggal

Apakah memiliki anak tunggal? Dan juga, apakah seorang buah hati sudah cukup dan tak ingin menambahnya? Bila ya, ada beberapa hal yang sebaiknya kita ketahui. Hal ini membantu kita sebagai orang tua dalam mendidiknya sehingga perkembangannya menjadi lebih baik. Bagi orang tua pun, secara psikologis, memiliki lebih dari satu buah hati tentunya berbeda bila dibandingkan dengan hanya memiliki seorang saja. Nah, apa sajakah itu?

Anak Tunggal Berperilaku Anti Sosial? Anak tunggal memang identik dengan sifat menyendiri, tak ingin bersosialisasi, dan sikap egois. Nah, apakah hal ini benar? Menurut beberapa penelitian, hal ini memang ada benarnya. Mereka umumnya berperilaku demikian. Seberapa jauh muncul sikap ini berbeda-beda bagi setiap anak. Namun, pada sisi lain, menurut penelitian yang sama, mereka lebih kreatif. Nah, kita sebagai orang tua tentunya tak ingin sang buah hati menampilkan perilaku tersebut. Menyikapi hasil penelitian ini, kita mesti mendidiknya lebih keras agar tak menampilkan perilaku demikian.


Gambar 1. Anak Tunggal

Hindari Memujinya ataupun Menaruh Perhatian Berlebih Kepadanya. Beberapa hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa anak tunggal lebih berpeluang lebih besar meraih kesuksesan. Selain itu, sangat baik dalam intelejensi dan kreativitas. Namun, menurut penelitian yang sama, tak lantas tak ada kelemahannya. Karena menjadi anak satu-satunya, ia biasanya akan menerima banyak pujian dan juga mendapatkan banyak perhatian dari orang tuanya ataupun dari keluarga terdekat seperti kakeknya dan neneknya. Tak tertutup kemungkinan, hal ini akan menjadikannya manja, egois, tak ingin mengalah dan selalu ingin menang sendiri, dan tak ingin bersosialisasi. Dengan demikian, hindari memujinya ataupun menaruh perhatian secara berlebihan. Ia memang menjadi sang buah hati anak-anak satu-satunya, namun tak lantas menjadikan kita berperilaku seperti itu.

Perbanyak Interaksi dan Komunikasi dengan Anak. Tak adanya saudara kandung menjadikannya seorang diri. Ia akan menyendiri untuk menghabiskan banyak waktunya. Tak tertutup kemungkinan, hal ini akan menghambat perkembangan kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi. Juga, bisa saja menanamkan sifat egois di dalam dirinya. Nah, dengan demikian, bila memiliki anak tunggal, kita sebagai orang tua mesti memperbanyak berinteraksi dan berkomunikasi dengannya. Pahami juga jalan pikirannya saat kita berkomunikasi dengannya. Tak ada salahnya juga sering bermain-main dengannya. Baik di dalam rumah ataupun di luar rumah. Meluangkan cukup banyak waktu pun, bila jarang bertemu dengannya karena sibuk beraktivitas, tentunya pun menjadi hal penting.

Demikian, beberapa hal yang sebaiknya kita ketahui bila memiliki anak tunggal. Memang, memilikinya memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua. Meskipun hanya seorang, tak lantas lebih memudahkan kita untuk mendidiknya. Bahkan, bisa saja kita menjadi lebih sulit. Inilah tantangan yang mesti siap dihadapi dan diatasi bagi orang tua yang memilikinya. Semoga tulisan ini bermanfaat…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. https://www.forbes.com/sites/alicegwalton/2017/05/15/the-pros-and-cons-of-being-an-only-child-show-up-in-the-brain/#39b2ef6f3374

Gambar:
1. https://www.additudemag.com/wp-content/uploads/2016/11/Parent_Parenting_Home_Article_5584_blowing-bubbles_pixabay-3.jpg