Kamis, 03 Januari 2019

Bahaya Internet Bagi Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/bahaya-internet-bagi-anak

Saat ini, siapapun termasuk anak-anak dapat mengakses internet dengan begitu mudah. Terlebih, anak-anak saat ini umumnya memahami menggunakan smartphone. Namun, internet terkadang menyajikan konten yang tak pantas dikonsumsi anak-anak. Karenanya, kita sebagai orang tua, mesti melindungi sang anak dari ancaman bahaya internet. Agar internet menjadi bersahabat dengan sang anak, memang dibutuhkan regulasi. Peter Wanless, Chief Executive NSPCC (National Society for the Prevention of Cruelty to Child), lembaga perlindungan anak di Inggris, menuturkan bahwa perlu diterapkan regulasi agar anak terhindar dari konten yang tak pantas.

boy-3360415_960_720.jpg
Gambar 1. Apa Saja Bahaya Internet Untuk Sang Anak?

Peter pun mengutarakan bahwa peran orang tua sangat penting untuk melindungi anak dari ancaman bahaya internet. “Kita harus mengajari anak-anak perilaku aman di sekolah sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk berjaga-jaga terhadap bahaya, juga paham tentang apa yang berisiko”, tuturnya, dilansir dari Harian Umum Pikiran Rakyat. “Platform online harus dibangun menjadi aman saat digunakan pertama kali, sama seperti produk lainnya yang digunakan anak-anak”, tambahnya

Bahaya Konten Dewasa dan Rentan Menjadi Korban Cybercrime
Bagaimana bila sang anak mengakses situs internet yang berisi konten dewasa? Inilah salah satu dampak negatif internet yang mesti disadari orang tua. Tak tertutup kemungkinan, karena konten ini, berujung menjadi kasus pelecehan anak. Sebagai solusi, pernyataan Peter Wanless memang benar. Dibutuhkan regulasi agar anak terhindar dari konten yang tak pantas. Sebagai hal penting, NSPCC pun menemukan fakta mengerikan. Berdasarkan hasil survei lembaga ini, sedikitnya satu siswa di setiap kelas sekolah dasar di Inggris pernah melihat gambar dewasa yang tak pantas dilihat anak-anak. Gambar ini dikirimkan oleh temannya. Bila ditelusuri lebih lanjut, gambar ini didapatkan dari internet.

Peter pun mengutarakan bahwa perkembangan teknologi membuat dunia bermain anak-anak semakin luas. “Dunia bagi anak rasanya semakin besar”, tuturnya. “Dulu di masa orang dewasa masih anak-anak, dunia bermain sebatas taman”, tambahnya. Sebagai orang tua, kita tentunya mesti mengikuti perkembangan teknologi internet. Tentu saja, untuk melindungi sang anak dari ancaman bahaya internet. Dengan lebih memahami internet, kita dapat menemani sang anak saat berselancar internet sehingga sang anak aman dari situs internet yang menampilkan konten yang tak pantas dikonsumsi anak-anak.

Bahaya internet lainnya bagi sang anak yaitu sang anak rentan menjadi korban cybercrime. Misalnya, sang pelaku kejahatan memanfaatkan media sosial untuk berkenalan dengan sang anak. Ia berpura-pura ingin menjadi teman baik. Sesungguhnya, ia memiliki maksud jahat yaitu untuk melakukan pelecehan kepadanya. Ataupun, untuk mencuri barang miliknya. Sebagai solusi, mengacu kepada pernyataan Peter, media sosial haruslah aman bagi anak-anak. Kita pun mesti mengajari anak-anak agar sang anak terhindar dari korban kejahatan cybercrime.

Sekali lagi, sebagai orang tua, kita mesti melindungi sang anak dari ancaman bahaya internet. Peran orang tua sangat penting agar anak-anak tak menjadi korban dampak negatif internet.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. Harian Umum Pikiran Rakyat 30 September 2018
2. https://aptparenting.com/negative-effects-of-internet-on-children

Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2018/04/29/16/34/boy-3360415_960_720.jpg

Jumat, 21 Desember 2018

Menjadi Teman Sejati Bagi Sang Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/menjadi-teman-sejati-bagi-sang-anak

Seorang teman sejati selalu hadir kita saat susah. Seorang teman sejati pun selalu hadir saat kita senang. Seorang teman sejati pun selalu memahami situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Nah, sebagai orang tua, selain mendidik sang anak, kita pun dapat juga sekaligus menjadi seorang teman sejati baginya. Dengan menjadi teman sejatinya baginya, tentunya membuat hubungan kita dengan sang anak menjadi lebih harmonis dan juga menjadi lebih hangat. Berikut beberapa tips menjadi teman sejati bagi sang anak. Selamat menyimak.

parent-929940_960_720.jpg
Gambar 1. Bagaimana Menjadi Teman Sejati Sang Anak?

Lebih Banyak Menghabiskan Waktu Bersama Anak. Saat kita menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak, sang anak akan lebih leluasa menceritakan banyak hal. Ataupun juga, menceritakan segala ‘uneg-unegnya’ dan perasaan terpendam lainnya. Pada titik inilah, kita menjadi teman sejati baginya. Kita pun akan lebih mengenali karakteristik dan kelebihan sang anak. Kita pun dapat juga mengajarkan banyak hal kepadanya. Agar suasana menjadi lebih hangat dan harmonis, tak ada salahnya kita ‘menyingkirkan’ gadget kita saat menghabiskan waktu bersama sang anak.

Hargai Pendapat dan Pemikiran Sang Anak. Kita hargai pendapat ataupun pemikiran sang anak. Bila pendapat ataupun pemikiran sang anak keliru, kita tak perlu menyalahkannya. Kita lekas memperbaikinya. Hindari juga memaksakan pendapat kita kepadanya. Bila kita berkata bahwa pendapatnya keliru ataupun memaksakan pendapat kita kepadanya, cenderung mengurangi keharmonisan hubungan orang tua dengan sang anak. Karenanya, membuat sang anak secara psikologis enggan menceritakan hal apapun. Kita tak dapat menjadi teman sejati bagi sang anak, bila sang anak tak ingin menceritakan hal apapun.

Menolak Keinginan Anak Secara Halus. Misalnya, sang ingin meminta mainan. Namun, kita tak dapat memenuhinya. Kita sebaiknya menolaknya secara halus. Misalnya, berkata bahwa kita memiliki keperluan lainnya. Bila kita menolaknya mentah-mentah, cenderung membuat sang anak merasa tak dihargai. Bila sang anak merasa tak dihargai, tak tertutup kemungkinan sang anak menjadi begitu jauh dengan kita. Bila sang anak begitu jauh dengan kita, tentunya kita tak akan dapat menjadi teman sejati baginya.

Menunjukkan Rasa Kasih Sayang. Rasa kasih sayang menjadi hal penting membangun kedekatan dengan sang anak. Ada banyak perwujudan rasa kasih sayang kepada sang anak. Misalnya, bermain ataupun makan bersama. Akan tetapi, tak lantas mengedepankan rasa kasih sayang hingga mengorbankan mendidik sang anak. Misalnya, sang anak kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah. Kita tak perlu membantunya hingga sang anak benar-benar tak dapat mengerjakannya. Bila kita membantunya, membuat sang anak tak mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Demikian, beberapa tips menjadi teman sejati bagi sang anak. Sebagai orang tua, kita tak hanya berkewajiban mendidik anak saja. Tetapi juga, kita pun mesti mampu menjadi teman sejati baginya.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.beingtheparent.com/friends-or-parents/

Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2015/09/08/13/34/parent-929940_960_720.jpg