Sabtu, 08 September 2018

Jenis-Jenis Mainan dan Mengoptimalkan Mainan Untuk Perkembangan Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/jenis-jenis-mainan-dan-mengoptimalkan-mainan-untuk-perkembangan-anak

Di berbagai toko mainan anak, tersedia beragam mainan anak. Mainan memang menjadi salah satu benda penting dalam perkembangan anak. Sebabnya, dengan bermain-main mainan, akan melatih kemampuan intelektual anak, merangsang kreativitas anak, melatih kemampuan belajar, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat lainnya. Lalu, mainan apa yang sebaiknya kita beli untuk sang anak? Berikut beberapa jenis mainan yang dapat kita belikan untuk sang anak.


Gambar 1. Mainan dapat Kita Optimalkan Agar Perkembangan Anak Lebih Baik

  • Mainan block. Di pasaran, tersedia berbagai mainan block. Misalnya, mainan block untuk membuat objek pesawat, mobil, robot, dan sebagainya. Manfaat mainan block bagi sang anak yaitu melatih kreativitas. Mainan ini pun menanamkan karakter anak percaya diri dan berani mencoba. Sebabnya, dengan bermain mainan tersebut, sang anak akan terangsang menggunakan block-block untuk membuat objek-objek lainnya
  • Boneka. Mainan ini termasuk mainan yang biasa dibeli orang tua untuk sang anak perempuan. Manfaat mainan ini yaitu menanamkan rasa menyayangi kepada orang lain. Dengan bermain boneka sejak usia kecil, sang anak berusia dewasa, akan lebih menyayangi anak mereka. Bila pakaian boneka dapat diganti, sangat membantu sang anak memilih pakaian terbaik untuk suami mereka saat mereka berusia dewasa.
  • Mainan bertema analitis. Misalnya, origami ataupun puzzle. Bermain permainan mainan tersebut, tentunya akan melatih dan meningkatkan kemampuan analisis anak.
  • Mainan yang melatih fisik. Mainan pun dapat juga kita manfaatkan untuk melatih kekuatan fisik sang anak. Contoh mainan tersebut antara lain mainan bola. Bermain mainan ini pun dengan sang anak pun akan membuat sang anak merasa senang dan ceria.
  • Mainan board game yang dimainkan lebih dari seorang. Contoh permainan ini yaitu halma, ludo, ataupun catur. Dengan bermain permainan ini, membuat kemampuan sang anak untuk memecahkan masalah dengan mengambil keputusan terbaik.

Mainan pun dapat juga kita optimalkan agar lebih mendorong perkembangan anak. Berikut beberapa tips mengoptimalkan mainan yang dapat kita coba agar lebih mendorong perkembangan anak

  • Saat anak bermain mainan bersama-sama dengan teman sebayanya, akan sangat mendorong kemampuan bersosialisasi sang anak dengan orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, saat anak kita bermain dengan teman-teman sebayanya, tak ada salahnya membujuk mereka agar membawa mainan.
  • Sebagai orang tua, kita pun dapat juga bermain mainan bersama-sama dengan sang anak. Misalnya, bermain mainan robot-robotan ataupun mobil-mobilan dengan sang anak. Dengan menerapkan tips ini, sang anak akan merasa lebih bahagia.
  • Pilihlah mainan yang mendukung bakat, cita-cita, dan hobi sang anak. Hindari juga membeli mainan yang sesuai dengan keinginan kita. Misalnya, sang anak bercita-cita menjadi dokter. Kita belikan mainan peralatan dokter.
  • Anak perempuan pun dapat juga kita belikan mainan ‘anak lelaki’. Sebagian orang tua memandang bahwa mainan yang sangat cocok bagi anak perempuan yaitu boneka. Padahal, mainan untuk anak perempuan tak sebatas itu. Mainan ‘anak lelaki’ pun sebenarnya cocok juga bagi anak perempuan. Ambil contoh, kita dapat membelikan mainan block membangun rumah, mainan robot-robotan, ataupun mainan mobil-mobilan kepada anak perempuan. Bila anak perempuan bercita-cita menjadi arsitektur, tentunya membelikan mainan block membangun rumah menjadi hal tepat untuk mengasah kemampuan analisis anak dalam membangun rumah.

Demikian, beberapa tips memilih dan mengoptimalkan mainan agar lebih mendorong perkembangan sang anak. Selamat memilih-milih dan membeli mainan untuk sang anak..

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://psychcentral.com/lib/choosing-toys-for-your-child/

Sumber Gambar:
https://www.publicdomainpictures.net/pictures/230000/velka/colourful-toy-building-blocks.jpg

Selasa, 04 September 2018

4 Peran Vital Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/4-peran-vital-orang-tua-dalam-pendidikan-anak

Dalam masa pendidikan anak, orang tua sangat memegang peran vital yang akan sangat memengaruhi perkembangan dan perilaku sang anak. Lalu, apa saja peran-peran tersebut? Berikut 4 peran vital tersebut, dilansir dari situs childdevelopmentinfo.com. Semakin baik kita menjalankan masing-masing tersebut, tentunya akan sangat mendorong perkembangan anak agar lebih baik.


Gambar 1. Empat Peran Vital Orang Tua

Mendorong Kemampuan Intelektual. Kemampuan intelektual, secara mendasar, berkaitan dengan kemampuan menggunakan logika dan pola pikir Kita, sebagai orang tua, mesti melatih dan mendorong kemampuan intelektual anak. Misalnya, rutin mengajarkan pertambahan dan pengurangan matematika sederhana kepada sang anak sejak usia dini. Contoh lainnya, kita belikan mainan puzzle kepada sang anak untuk melatih daya analisis sang anak. Sebagai hal penting, selain sekolah, rumah pun dapat juga menjadi tempat untuk melatih kemampuan intelektual sang anak. Namun, umumnya orang tua memandang sekolah sebagai satu-satunya tempat bagi sang anak untuk melatih kemampuan intelektual.

Mendorong Kemampuan Fisik. Selain kemampuan intelektual, kita pun mesti mendorong kemampuan fisik sang anak. Kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan motorik atau kemampuan menggunakan bagian-bagian tubuhnya secara lebih baik. Dengan kemampuan fisik yang lebih baik, akan mendatangkan banyak manfaat bagi sang anak. Misalnya, sang anak lebih mampu cepat berlari, lebih cepat menguasai mengendarai sepeda, ataupun tak mudah terjatuh saat berjalan Ada banyak cara untuk mendorong kemampuan fisik sang anak. Misalnya, rutin berolahraga bersama anak ataupun bermain-main dengan sang anak di lingkungan terbuka.

Mendorong Kemampuan Berbahasa. Kemampuan berbahasa berkaitan dengan kemampuan bertutur kata. Baik secara lisan maupun tertulis. Untuk melatih kemampuan berbahasa sang anak secara lisan, rutinlah berkomunikasi dengan sang anak. Hindari juga mengucapkan kata-kata kasar di hadapan sang anak. Sebabnya, tak tertutup kemungkinan akan ditiru oleh sang anak sehingga sang akan akan menuturkan kata-kata kasar. Sedangkan untuk melatih bertutur kata secara tertulis, kita dapat mencoba membujuk sang anak untuk menulis cerita. Saat anak menulis cerita, sangat mendorong kemampuan sang anak bertutur kata secara tertulis.

Mendorong Kemampuan Sosial. Kemampuan sosial berkaitan dengan kemampuan berhubungan ataupun menjalin relasi dengan orang lain. Tanpa kemampuan tersebut, sang anak akan kesulitan berhubungan dengan orang lain. Tak tertutup kemungkinan juga, sang anak akan lebih senang menyendiri dan bersikap tertutup. Tak tertutup kemungkinan juga, sang anak tak memiliki banyak teman. Nah, beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mendorong kemampuan sosial sang anak antara lain membujuk sang anak agar lebih senang bermain bersama teman-teman sebayanya, memasukkan anak ke dalam pendidikan non formal yang dihuni anak anak misalnya lembaga pendidikan bahasa inggris, ataupun mengajak sang anak untuk lebih mengenal tetangga.

Demikian, 4 peran vital orang tua dalam pendidikan anak. Nah, apakah kita sudah menjalankan masing-masing peran tersebut dengan sangat baik?

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://childdevelopmentinfo.com/child-development/

Sumber Gambar:
Gambar Milik Pribadi