Selasa, 09 Oktober 2018

Pentingnya Mengajarkan Pendidikan Seks Pada Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/pentingnya-mengajarkan-pendidikan-seks-pada-anak

Banyak orang tua yang keliru mengira bahwa anak - anak belum bisa diberikan pendidikan tentang seks. Karena maraknya kasus pelecehan seksual banyak masyarakat yang menganggap bahwa pendidikan seksual harus dijauhkan sebisa mungkin dari anak - anak.

Sex_education.jpg
Gambar 1. Ilustrasi seks education

Padahal, kalau kita mau berpikir lebih luas lagi pendidikan seksual pada anak di tengah maraknya kasus pelecehan seksual malah menjadi hal yang penting. Pendidikan seks seharusnya sudah mulai diajarkan pada anak ketika mereka sudah memasuki usia remaja. Melihat banyaknya ancaman dan bahaya pelecehan seksual yang mengancam serta melihat banyaknya kasus pemerkosaan, hamil di luar nikah, serta pergaulan bebas remaja.

Pendidikan adalah wadah untuk membentuk karakter manusia.Bukan hanya tentang pengajaran yang hanya memberi ilmu sebagai wawasan. Namun, pendidikan seks juga berupaya untuk membentuk karakter dan pribadi seorang anak tentang kehidupan yang baik.

Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tahu tentang pendidikan seks. Seperti ketika anak dihadapkan dengan sesuatu yang bersifat seks―bukan porno― misalnya sebuah acara di televisi menayangkan film anak-anak yang di dalamnya juga ada adegan ciuman, maka orang tua harus cepat merespon dengan memberi masukan yang bersifat saran dan larangan kepada anak, misalnya dengan mengatakan, “itu dilakukan setelah menikah dengan suami/istri, nak”. Bisa juga dengan kalimat lain yang mengarahkan dan sekiranya mampu dicerna oleh anak dengan baik.

Anak yang sudah menginjak umur kurang lebih tujuh tahun, akan lebih banyak ingin tahunya. Dia akan banyak bertanya tentang apa yang dilihatnya dan lebih peka terhadap apa yang ada di sekitarnya. Usia anak-anak akan menunjukkan anak lebih mudah meniru dan mengikuti apa yang direkamnya. Dalam hal ini, orang tua tidak perlu melarang anak mengetahui hal seputar seks. Cukup dengan memberi informasi yang tepat anak akan menangkap informasi dengan baik. Oleh karena itu, orang tua juga harus memiliki pengetahuan tentang pendidikan seks dan bagaimana menyampaikannya kepada anak dengan baik.

back-to-school-2629361_960_720.jpg
Gambar 2. Anak - anak

Orang tua harus mulai peka melihat adanya media sosial dan lingkungan sekitar sebagai penyebab utama banyaknya kasus pelecehan seksual. Sekalipun dalam media sosial berupa liputan dan berita tentang pelecehan seksual, orang tua harus tetap ada mendampingi anak. Begitupun dalam lingkungan sekolah dan lingkungan luar anak memiliki pengaruh yang luar biasa. Melihat banyak remaja di luar yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan pacaran dan kencan yang berlebihan, juga akan menjadi kemungkinan anak akan mengingat dengan cepat dan apabila orang tua tidak segera menanamkan pendidikan seks dengan baik, maka bisa jadi kemungkinan anak akan menirunya di kemudian hari.

Pendidikan seks yang baik dimulai dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga. Misalnya, dengan mendampingi anak sehari-hari, tidak harus mengikutinya setiap dia pergi, cukup menanyakan apa yang dia alami dan mendengarkannya dengan baik, itu akan membuat anak senantiasa terbuka kepada orang tua. Kemudian memisahkan tempat tidur anak dan orang tua, sehingga anak tidak akan tahu ketika orang tua sedang melakukan hubungan, tidak menunjukkan kemesraan antara orang tua di depan anak, tahu bagaimana pendidikan seks yang baik kepada anak, tidak melarang anak bertanya seputar seks, pengawasan terhadap media informasi dan lingkungannya, dan yang paling penting adalah pendidikan dengan agama.

Pemahaman - pemahaman dasar yang dipaparkan di atas diharapkan dapat memberi pencerahan bagi para orangtua dalam mendidik atau mengajarkan buah hatinya tentang apa itu seks.

Oleh : Lintang Rahmawati
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
  1. https://life.idntimes.com/family/mely-rovina-farizal/cara-mengenalkan-sex-education-pendidikan-seks-kepada-anak-c1c2/full
  2. https://www.ayahbunda.co.id/balita-psikologi/cara-mengajarkan-anak-tentang-seks
Referensi gambar :
  • Gambar 1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sex_education.jpg
  • Gambar 2. https://pixabay.com/en/back-to-school-abc-training-2629361/

Kamis, 27 September 2018

Mengatasi Anak yang Mengabaikan Nasehat Orang Tuanya

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/mengatasi-anak-yang-mengabaikan-nasehat-orang-tuanya

Seiring bertambahnya usia sang anak, tak tertutup kemungkinan sang anak mulai tak mendengarkan nasehat orang tuanya. Tak tertutup kemungkinan juga, sang anak seolah mendengarkan nasehat. Namun, ia sesungguhnya mengabaikannya. Padahal, nasehat orang tua memang sangat penting baginya. Nah, bila anak kita mulai bersikap demikian, bagaimana mengatasinya?Apakah kita mesti memarahinya? Bila sang anak mulai mengabaikan nasehat orang tua, tak tertutup kemungkinan sang anak akan terbiasa melakukannya. Berikut beberapa tips yang dapat kita coba untuk mengatasi anak yang cenderung mengabaikan nasehat orang tuanya.


Gambar 1. Bagaimana Mengatasi Anak yang Mulai Mengabaikan Orang Tua?

Cobalah Berempati atau Pahami Kondisi Psikis Anak Secara Lebih Mendalam. Kondisi psikis seorang anak sebenarnya mempengaruhi perilakunya. Termasuk juga saat anak mengabaikan nasihat orang tuanya. Ambil contoh, sang anak begitu malas mengerjakan PR matematika. Padahal, kita sudah menasehatinya berulang kali. Untuk mengatasinya, cobalah pahami psikologi anak secara lebih dalam. Misalnya, setelah kita memahami psikis anak, ternyata sang anak tak menyukai pelajaran matematika. Hal inilah yang ternyata menjadi penyebab sang anak begitu malas mengerjakan PR matematika. Nah, kita mesti mencari cara agar sang anak menyukai pelajaran matematika. Misalnya, memberikannya hadiah ataupun makanan kesukaannya setelah sang anak menyelesaikan PR matematika.

Jelaskan Konsekuensi Perilaku Anak Saat Menasehati Anak. Sang anak belum mampu memahami dampak jangka panjang dari perilaku mereka. Karenanya, mereka biasa melakukan hal-hal yang mereka sukai tanpa memahami konsekuensi perilaku mereka. Karenanya, bila sang anak mengabaikan nasehat kita, jelaskan konsekuensi perilaku mereka secara teas. Misalnya, sang anak malas belajar meskipun kita sudah menasehatinya berkali-kali. Kita jelaskan konsekuensi perilaku mereka misalnya tak belajar tak akan sukses, tak belajar membuat bodoh, tak belajar tak akan naik kelas, dan sebagainya.

Tuturkan Bahasa yang Beraura Positif dan Halus Saat Menasehati. Secara psikologis, sang anak akan lebih senang mendengarkan tutur kata yang halus dan sopan. Karenanya, saat menasehati anak, tuturkan bahasa yang sopan dan halus. Misalnya, kita lebih baik berkata “Kalau kamu rajin belajar, kamu pasti jadi orang sukses. Papa ingin kamu jadi orang sukses. Ayo semangat belajar” daripada berkata “Kalau kamu malas belajar, kamu pasti jadi orang gagal. Papa tak mau lihat orang gagal. Kamu mau jadi orang gagal?” Bila kita bandingkan, kalimat pertama terasa lebih positif dan halus dibandingkan kalimat kedua. Kalimat pertama pun terasa lebih memotivasi sang anak. Hindari juga menasehati anak dengan nada bicara yang tinggi dan kasar. Sebabnya, biasanya akan mendapatkan ‘perlawanan sengit’ dan banyak bantahan dari sang anak.

Demikian, beberapa tips yang dapat kita coba untuk mengatasi anak yang mulai mengabaikan nasehat orang tuanya. Kesimpulannya, bila sang anak mulai berperilaku mengabaikan nasehat kita, mengatasinya bukanlah hal yang sulit. Ada baiknya juga kita segera mengatasinya. Sebabnya, tak tertutup kemungkinan sang anak akan terbiasa melakukannya. Semoga bermanfaat…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://psychcentral.com/blog/5-things-to-do-when-your-child-doesnt-listen/

Sumber Gambar:
http://maxpixel.freegreatpicture.com/static/photo/1x/Mother-Hug-Love-Son-2600290.jpg