Selasa, 12 Juni 2018

Anak Pun Butuh Waktu Luang

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@kakibukit/anak-pun-butuh-waktu-luang

Salah satu modus alami belajar terhadap anak – anak yang banyak disukai saat ini adalah bermain. Di mana melalui bermain, anak – anak diharapkan bisa melatih kemampuan emosional, spiritual, motorik, dan kognitif mereka untuk selanjutnya bisa belajar tentang hal - hal baru dengan cara yang mudah dimengerti dan menyenangkan. Karena pada dasarnya sifat anak – anak adalah mudah merasa bosan, maka sesekali biarkan anak - anak anda mencoba menghilangkan rasa bosan dengan cara mereka sendiri. Izinkan mereka untuk menemukan cara yang asyik dan imajinatif ala mereka yang bertujuan untuk mengisi waktu. Dari sini diharapkan mereka mau mengajak anda untuk terlibat dalam permainan seru yang mereka ciptakan. Kalau tidak, anda cukup mengawasi kreativitas mereka saja di mana idealnya, dalam seminggu, anak - anak usia SD bersedia mengikuti dua atau tiga macam les atau kursus ( salah satu contoh ).

Sebagian besar orangtua berharap anak – anak mereka memiliki niat baik dengan mendaftarkan anak untuk mengikuti kegiatan after school, seperti les ini atau kursus itu. Anda akan berusaha untuk memotivasi anak agar mengikuti kegiatan yang dijadwalkan dengan kehendak mereka. Sebenarnya, beragam kegiatan after school memang bisa membantu memperkaya anak di kemudian hari, di mana anak dibekali keahlian ekstra dan kepercayaan diri. Hindari terlalu banyak mengikuti kegiatan, karena justru anak – anak anda seolah sulit “ bernapas ”. Beban tanggung jawab berlebihan bisa menyebabkan mereka kewalahan, bahkan stres lalu mogok berangkat ke tempat kursus, selalu merasa cemas, mengalami kesulitan tidur, dan mengeluh lelah sepanjang waktu. Berilah anak waktu luang untuk bermain sesuai dengan keinginan dan mereka merasa suka untuk bermain apa saja, termasuk permainan anak yang tidak terstruktur, misalnya bermain di pinggir laut, membuat benteng - bentengan dari pasir basah, meniup air dalam balon, atau berteriak riang di bawah rinai hujan, sesekali saja. Anak bebas bereksplorasi terhadap alam sekeliling tanpa merasa tekanan atau tuntutan dari orangtua. Meskipun demikian, orangtua wajib mengawasi mereka dan turut serta membangun disiplin dalam diri anak.

Child, Baby, Little Thing, Childhood, A Small Child
Gambar : si kecil menghabiskan waktu luang seorang diri dan membuat dia merasa nyaman

Lalu, bagaimana cara yang pas mengajari anak untuk mengatur manajemen waktu, terutama dalam hal mengatur jadwal belajar dan bermainnya ? Berikut ini adalah tips yang dapat membantu para orangtua di rumah untuk mengajari anak – anak cara mengatur waktu bermain dan belajar.

Memilih jadwal tayangan televisi favoritnya
Selain bermain, umumnya anak – anak sangat suka menonton televisi. Agar hobi menonton televisi ini tidak mengganggu jadwal belajar mereka, anda perlu ikut mengaturnya. Pertama - tama, baca program acara televisi, lalu tanyakan kepada anak – anak tentang acara televisi apa yang ingin mereka tonton dengan senang hati. Tandai acara - acara televisi tersebut lalu biarkan mereka menikmati acara TV kesukaannya sesuai jadwal. Batasi jumlah tayangan dan waktu untuk menonton televisi, lalu perhatikan apa yang boleh mereka tonton dan apa yang tidak. Kesepakatan bersama antara anak dan orangtua tentang tayangan dan jadwal menonton televisi adalah penting untuk diperhatikan.

Mengatur waktu pengerjaan tugas pelajaran
Pemberian PR dari sekolah memang berbeda – beda antara satu sekolah dengan sekolah yang lainnya, ada yang setiap hari, atau ada pula yang sesekali memberikan PR tentang tugas – tugas tertentu yang membutuhkan waktu pengerjaan selama beberapa hari. Yang bisa anda lakukan untuk membentuk anak – anak agar bisa disiplin dalam mengerjakan tugasnya adalah dengan cara melakukan kesepakatan di awal mengenai kapan waktu yang nyaman untuk mengerjakan PR atau tugas sekolah. Sore hari atau di malam hari, misalnya. Untuk tugas yang membutuhkan pemikiran lebih serius atau melalui proses pengerjaan agak lama, maka disarankan dikerjakan di akhir pekan saja, di mana anda bisa sepakat dengan anak – anak untuk melakukannya sebelum mulai bermain. Jika ingin dicicil, maka tentukan waktunya dan jika anda bisa membantu mereka untuk menyelesaikannya tepat waktu akan lebih berguna.

Berikan anak anda kalender
Untuk menambahkan kesadaran anak – anak terhadap pentingnya mengatur waktu, maka disarankan untuk memberikan si kecil sebuah kalender dengan desain menarik perhatian mereka. Ajari dia untuk mampu mengatur hari di mana mereka bisa belajar di sekolah menunggu hari libur tiba di mana mereka bisa memanfaatkan waktu dengan bermain di luar rumah bersama keluarga.

Membuat kesepakatan daftar kegiatan anak
Ajari anak – anak anda tentang cara membuat daftar kegiatan mulai dari pagi sampai siang. Contohnya adalah pada pukul 06.00 waktunya mandi, 07.00 belajar di sekolah, 16.00 mengerjakan PR, 18.00 bermain game, menonton televisi, atau bermain di luar rumah. Susun kegiatan ini dengan didasari kesepakatan dengan anak, termasuk apabila anak – anak anda hendak menerapkan aturan bermain game dan gadget di akhir minggu saja. Awasi anak – anak anda untuk bisa menaati kegiatan sesuai waktu yang sudah tersedia.

Selain menerapkan tips - tips kecil di atas, sangat penting jika anak – anak anda diberikan pengertian untuk bisa memberikan penghargaan jika mereka berhasil mengatur waktu dengan baik. Penghargaan bisa berupa sekedar pujian akan mampu memberikan dan membangkitkan rasa percaya diri dan menggugah rasa disiplin menjadi lebih bermanfaat. Terapkan disiplin diri terhadap anak – anak dan para orangtua mereka. Semoga berhasil.

Penulis : Kadek Nila Utami
(utaminila198@yahoo.co.id)

Sumber tulisan dan gambar :
https://www.rinso.com/id/kotor-itu-baik/tips-orang-tua/mengatur-waktu-belajar-dan-bermain.html dan https ://pixabay.com/en/child-baby-little-thing-childhood-2916824/

Sabtu, 09 Juni 2018

Pentingnya Menunjukkan Perilaku Positif di Hadapan Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/pentingnya-menunjukkan-perilaku-positif-di-hadapan-anak

Bagi setiap orang tua, dalam mendidik anak, ada banyak hal yang mesti kita cermati. Salah satunya yaitu perilaku kita di hadapan anak. Dalam bukunya berjudul The Ten Basic Principle of Good Parenting, Laurence Steinberg menyebutkan bahwa menunjukkan perilaku yang positif menjadi salah satu hal penting dalam pendidikan anak. Perilaku tersebut akan lebih merekatkan dan mempererat hubungan orang tua dengan sang anak. Sebagai informasi. Laurene Steinberg yaitu seorang pakar psikologi.


Gambar 1. Tunjukkan Perilaku Positif Di Hadapan Anak

Nah, mengapa sangat penting menunjukkan perilaku yang positif di hadapan anak? Pada masa pendidikan anak, orang tua menjadi panutan baginya. Karenanya, sang anak akan melihat’perilaku orang tuanya. “Anak akan mengamati dan meniru perilaku orang tua”, tutur Steinberg. Bila orang tua menunjukkan perilaku yang positif, tentunya akan sangat mendorong perkembangan psikologis anak yang lebih baik. Sebaliknya, bila orang tua menunjukkan perilaku yang kurang baik, tak tertutup kemungkinan perilaku anak akan cenderung negatif. “Perilaku orang tua menyebabkan perbedaan pada perkembangan anak”, tambahnya

Untuk lebih membantu membangun perilaku positif kita di hadapan anak, berikut beberapa contoh perilaku tersebut.

  • Tak lekas memarahi anak karena berbuat kesalahan. Anak memang tak lepas dari kesalahan. Karenanya, bila anak berbuat kesalahan, kita sebaiknya tak lekas memarahinya. Biarkanlah sang anak mengambil pelajaran dari kesalahan yang telah ia lakukan. Bila anak terus melakukan kesalahan yang sama, berulang-ulang kita mungkin dapat lekas memarahinya.
  • Hindari mengedepankan emosi dalam momen tertentu. Terkadang, kita mengedepankan emosi dalam momen tertentu. Misalnya, saat sedang menghadapi permasalahan. Nah, ada baiknya kita tak menunjukkan perilaku yang mengedepankan emosi di hadapan sang anak. Hadapilah dengan kepala dinding dan rileks. Sebabnya, tak tertutup kemungkinan sang anak akan meniru perilaku tersebut
  • Pimpin keluarga dengan memadukan ketegasan dan rasa kasih sayang. Bagi seorang ayah, seorang anak ibarat anak buah yang mesti kita pimpin. Dalam memimpin sang anak, tentunya mesti memadukan ketegasan dan rasa kasih sayang. Bila terlalu tegas tanpa ada rasa kasih sayang, cenderung menyebabkan anak mudah stres dan frustrasi. Bila terlalu menyayangi anak, cenderung membuat anak menjadi kurang mandiri. Perilaku menyayangi anak terlalu berlebihan bukanlah perilaku orang tua yang positif.
  • Hindari bersikap terlalu sewenang-wenang terhadap anak. Orang tua memang memiliki kontrol untuk mengatur sang anak. Akan tetapi, tak lantas kita bersikap sewenang-wenang ataupun terlalu otoriter terhadap anak. Sebabnya, sikap tersebut cenderung memunculkan karakter kurang percaya diri dan akan menurunkan motivasi anak.

Demikian, pentingnya menunjukkan perilaku positif di hadapan anak. Dan juga, beberapa contoh perilaku tersebut. Kesimpulannya, perilaku positif menjadi salah satu fondasi penting dalam pendidikan anak. Tulisan ini dapat menjadi renungan untuk lebih mencermati perilaku kita di hadapan anak.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.webmd.com/parenting/features/10-commandments-good-parenting#1
https://www.webmd.com/parenting/features/10-commandments-good-parenting#2
https://www.theparentszone.com/parenting/how-to-build-a-positive-parenting-attitude-here-are-the-way-to-help-you/

Sumber Gambar:
http://maxpixel.freegreatpicture.com/static/photo/1x/Mother-Parent-Child-Kiss-Love-Boy-Son-1773252.jpg