Selasa, 09 April 2019

Menyikapi Anak yang Gemar Mencoret-Coret Dinding

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/menyikapi-anak-yang-gemar-mencoret-coret-dinding

Anak umumnya begitu gemar mencoret-coret. Aktivitas ini ,memang mendatangkan beragam manfaat penting baginya. Antara lain mendorong perkembangan motorik, melatih kemampuan menulis, memacu kreativitas, melatihnya dalam mengambil keputusan, dan membangun fokus dan konsentrasi. Nah, bagaimana bila sang anak gemar mencoret-coret dinding, furniture, ataupun bagian yang tak seharusnya? Misalnya, pada meja, kursi, ataupun lemari? Melarangnya atau memarahinya agar tak melakukannya sesungguhnya bukan hal tepat. Seperti yang sudah disebutkan, aktivitas ini mendatangkan beragam manfaat penting baginya. Lalu, bagaimana sebaiknya menyikapinya?

Desain Dinding Sedemikian Rupa Agar Nyaman Baginya. Bila tampak coretan-coretan pada dinding, terlebih bila begitu semrawut dan berada pada spot yang sering kita lewati, tentunya kita akan merasa kurang nyaman berada di dalam rumah. Kita pun mesti menyiapkan anggaran untuk membeli cat, dan juga menyisihkan waktu untuk mencatanya. Bisa saja mesti mengeluarkan dana besar. Namun, pada sisi lain, melarang untuk tidak mencoret-coretnya sesungguhnya hal keliru. Nah, kita rancang dinding agar nyaman dicoret-coret namun tetap bersih. Misalnya, menggantung papan berukuran besar ataupun menempel banyak kertas jumbo. Sediakan juga alat menggambar yang coretannya mudah dihapus. Misalnya, kapur. Dengan menerapkan tips ini, anak bebas berkreasi tanpa mengotori bagian rumah tersebut.


Gambar 1. Karya Anak pada Dinding

Jelaskan Bahwa Lebih Nyaman Mencoret-Coret pada Kertas. Kita berikan beberapa lembar kertas gambar kepadanya. Sediakan juga peralatan gambar dengan bentuk dan warna-warni yang menarik. Lalu, jelaskan dan yakinkan kepadanya bahwa lebih nyaman mencoret-coret pada media tersebut. Ajaklah dan tantanglah juga untuk berkarya bersama membuat gambar suatu objek. Misalnya, hewan, rumah, mobil, dan sebagainya. Bila sang anak sama sekali merasa enggan, kita memang mesti bersabar. Membuat beralih tentunya memang tak mudah. Namun, seiring waktu, tentunya ia akan merasa bosan dan kurang nyaman 'berkarya' di bagian rumah tersebut.

Mengajaknya Beraktivitas Lain. Cobalah mengajaknya untuk melakukan aktivitas lainnya. Buatlah ia agar sangat menyenangi aktivitas barunya sehingga kegemarannya berkarya membuat coretan pada dinding benar-benar terlupakan. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan bersamanya yang manfaatnya kurang lebih sama dengan aktivitas berkarya tersebut. Misalnya, bermain game pada perangkat gadget secara bersama, berolahraga bersama, menonton tayangan televisi yang berisi pelajaran membaca dan menulis secara menyenangkan, dan sebagainya. Bila ia benar-benar sangat 'kecanduan dan kronis', menerapkan tips ini tentunya sangat penting.

Sebaiknya Tak Menjauhkan Peralatan Untuk Menggambar. Sebagian orang tua, menjauhkan peralatan yang dapat digunakan sang buah hati untuk menggambari dinding. Hal ini sesungguhnya kurang tepat. Sebabnya, menghambat perkembangan kreativitasnya dan motoriknya. Karena dinding berukuran luas dibandingkan media lainnya seperti kertas, akan lebih memacu kreativitasnya untuk mencurahkan apapun yang di dalam benaknya.

Demikian, bagaimana kita sebaiknya menyikapi perilaku sang buah yang gemar membuat karya pada dinding. Sekali lagi, melarangnya ataupun memarahinya karena ingin berkarya meskipun pada media yang tak sesuai sesungguhnya hal kurang tepat dan keliru. Sebabnya, aktivitas ini sesungguhnya menjadi proses penting dalam perkembangannya.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. https://cantik.tempo.co/read/777397/5-manfaat-corat-coret-bagi-anak
  2. https://parenting.firstcry.com/articles/your-baby-wont-be-spoiling-your-walls-with-her-scribbling-with-these-4-easy-tricks-in-place/
  3. https://living.thebump.com/stop-child-drawing-walls-16618.html
Gambar:
1. Milik Pribadi

Kamis, 21 Maret 2019

Pengaruh Kakak Bagi Perkembangan Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/pengaruh-kakak-bagi-perkembangan-anak

Selain orang tua, seorang kakak kandung pun sebenarnya berpengaruh juga terhadap perkembangan anak. Karenanya, agar perkembangannya menjadi lebih baik, seorang kakak mesti memberikan pengaruh yang positif kepadanya. Peran ini memang mesti dijalankan dengan baik olehnya. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan olehnya agar memberikan pengaruh positif baginya

Seperti halnya orang tua, seorang kakak pun sesungguhnya menjadi role model atau contoh panutan bagi adiknya. Hal apapun yang dilakukannya akan dicontoh. Dengan demikian, sangat penting untuk menampilkan perilaku-perilaku baik dan positif agar ia pun mencontohnya. Tak ada salahnya juga untuk mengajaknya bermain-main seperti halnya yang dilakukan banyak orang tua terhadap anak-anaknya. Saudara kandung yang lebih tua pun sesungguhnya dapat juga menjadi partner yang baik untuk bermain baginya. Memang, bermain-main bersama saudara lebih menyenangkan.


Gambar 1. Kakak Adik

Selain ayah ataupun ibu, seorang kakak pun mesti juga mengurus adiknya dengan sangat baik. Bila mengurus sang saudara kecil dengan sangat baik, sang adik yang masih berusia kanak-kanak merasakan bahwa mengurus dan menyayangi seorang saudara kecil menjadi hal yang teramat wajib dan penting. Hal ini akan tertanam dalam benaknya. Bila ia memiliki saudara kecil lagi, ia akan mengurusnya dan menyayanginya juga dengan baik.

Berkewajiban juga untuk menanamkan etika dan tata krama di dalam benaknya. Misalnya, mengajarkan bagaimana berperilaku yang sopan di hadapan orang tua. Menampilkan perilaku yang sopan pun menjadi media untuk mengajarkan etika dan tata krama kepadanya

Bantulah agar ia lebih mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya, bagaimana berkenalan dengan orang tua. Bila sang adik mengalami kesulitan dalam hal tersebut, tentunya sang kakak mesti memberitahunya. Misalnya, merasakan malu saat bertemu orang. Bantu ia agar mampu mengatasinya. Sering-sering juga berkomunikasi dan berinteraksi dengannya.

Dibandingkan ayah ataupun ibunya, terkadang seorang kakak lebih berpengaruh baginya. Misalnya, karena badannya sangat kotor, orang tuanya menyuruhnya untuk mandi namun ia enggan. Bila saudara tuanya yang menyuruhnya, ia akan lekas mandi. Peran ini tentunya mesti dioptimalkan. Kakak memang menjadi bagian penting dalam perkembangannya. Dapat menjadi juga kepanjangan tangan ayah ataupun ibu

Mesti juga mendorong proses pendidikannya. Misalnya, mengajarkannya berhitung, membaca, menganalisis hal yang sederhana, ataupun skill penting mendasar lainnya. Tak ada juga bermain-main terkait hal tersebut dengannya. Misalnya, bersama-sama menyelesaikan puzzle, membaca cerita bersama-sama, dan sebagainya

Tenang menghadapi masalah. Bila keluarga dilanda permasalahan, misalnya pertengkaran suami dengan istri, tenangkanlah diri. Tak perlu menghadapinya secara larut dalam emosional. Tak tertutup kemungkinan, ia menjadi sangat panik dan takut. Tenangkanlah dan yakinkan kepadanya bahwa hal ini akan segera selesai. Bisa saja, menjadi beban baginya. Sang anak mesti menikmati masa kanak-kanak dengan indah, bukan terbebani oleh beragam permasalahan keluarga.

Demikian, hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang kakak agar memberikan pengaruh positif bagi adiknya. Semoga bermanfaat…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://sleepysparrow.com/whats-the-role-of-the-older-sibling/

Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2015/11/04/17/27/sibling-1023000_960_720.jpg