Minggu, 12 Agustus 2018

Tips Mendidik Anak Bagi Orang Tua yang Sibuk Bekerja

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/tips-mendidik-anak-bagi-orang-tua-yang-sibuk-bekerja

Dalam masa pendidikan anak, peran dan kehadiran orang tua menjadi hal yang penting bagi sang anak.Namun, saat ini, tak sedikit orang tua yang sibuk bekerja. Mulai dari bekerja part time hingga fulltime. Baik sang ayah, sang ibu, ataupun keduanya. Karena sibuk bekerja, tak tertutup kemungkinan kita menjadi kurang optimal mendidik anak. Lalu, bila kita sibuk bekerja, bagaimana agar kita dapat senantiasa mendidik anak kita? Berikut tips mendidik anak bagi orang tua yang sibuk bekerja.


Gambar 1. Bila Orang Tua Sibuk Bekerja, Bagaimana Agar Tak Menghambat Pendidikan Anak?

Optimalkan Waktu Berkumpul dengan Anak dan Lupakan Lingkungan Kerja. Saat kita berada di rumah setelah bekerja, lupakan lingkungan kerja. Fokuslah untuk mengoptimalkan mendidik anak. Lupakan juga pekerjaan-pekerjaan yang mesti kita selesaikan. Bila pikiran kita masih terfokus pada lingkungan kerja dan pekerjaan-pekerjaan yang mesti kita selesaikan, tak tertutup kemungkinan kita menjadi kurang fokus dan kurang optimal mendidik sang anak. Kita pun sebaiknya tak membawa rasa stres karena pekerjaan ke dalam lingkungan keluarga. Apalagi hingga rasa stres membuat kita berperilaku begitu emosional terhadap sang anak. Sebagai hal penting lainnya, kita pun mesti menjaga kondisi fisik. Bekerja memang sangat menyita energi fisik kita. Bila energi fisik kita begitu tersita karena pekerjaan, kita akan merasa lelah sehingga kurang fokus dan kurang optimal mendidik sang anak

Tetapkan Batasan Antara Lingkungan Kerja dengan Lingkungan Keluarga. Bila kita sibuk bekerja, sangat penting juga untuk menetapkan batasan antara lingkungan kerja dengan lingkungan keluarga. Misalnya, tak menerima telepon dari rekan kerja saat kita rumah untuk membicarakan hal-hal terkait pekerjaan, tak mengerjakan pekerjaan kantor saat kita berada di rumah, tak membuka-membuka dokumen terkait pekerjaan, ataupun tak membuka e-mail terkait pekerjaan, Dengan kata lain, kita tak mencampurkan lingkungan kerja ke dalam lingkungan rumah. Bila kita melakukan hal-hal tersebut, tak tertutup kemungkinan juga kita pun menjadi kurang fokus dan kurang optimal mendidik sang anak.

Bagaimana Bila Kita Bekerja di Rumah? Saat ini, tak sedikit orang tua yang bekerja di di rumah. Bila kita bekerja di rumah, pisahkan lingkungan kerja dengan lingkungan keluarga. Misalnya, tak mengerjakan berbagai pekerjaan di dalam ruang keluarga. Jadikan ruang keluarga menjadi tempat untuk berkumpul dan berkomunikasi dengan sang anak. Kita kerjakan seluruh pekerjaan kita hanya di ruang kerja saja ataupun di dalam kamar kita saja. Dengan menerapkan trik ini, akan memisahkan lingkungan kerja dengan lingkungan keluarga. Dengan kata lain, saat keluar dari ruang kerja ataupun kamar kita, kita sudah memasuki lingkungan keluarga. Saat berada di dalam ruang kerja ataupun kamar kita, kita berada di dalam lingkungan kerja.

Demikian, beberapa tips mendidik anak bagi yang sibuk bekerja. Bagi orang tua yang sibuk bekerja, agar dapat senantiasa mendidik sang anak, tak ada salahnya menerapkan tips-tips yang sudah dijelaskan.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
http://raisingchildren.net.au/articles/work-life_balance.html

Sumber Gambar:
http://maxpixel.freegreatpicture.com/static/photo/1x/Beautiful-Girl-Woman-Glasses-Used-Secretary-Work-2199013.jpg

Rabu, 08 Agustus 2018

Pengaruh Kasih Sayang Seorang Ayah Terhadap Perkembangan Sang AnaK

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/pengaruh-kasih-sayang-seorang-ayah-terhadap-perkembangan-sang-anak

Selain kasih sayang seorang ibu, kasih sayang seorang ayah kepada sang anak pun sangat penting dan vital bagi perkembangan anak. Sebabnya, sangat mempengaruhi perkembangan anak. Lalu, bagaimana pengaruh kasih sayang seorang ayah terhadap perkembangan sang anak? Sebagai seorang ayah, tak ada salahnya lebih memahaminya. Tentu saja, agar anak kita sukses kelak. Berikut pengaruh-pengaruh kasih sayang seorang ayah terhadap perkembangan sang anak.


Gambar 1. Bagaimana Pengaruh Seorang Ayah Terhadap Perkembangan Sang Anak?

  • Anak yang kurang mendapat kasih sayang dan perhatian ayahnya sangat berisiko menjadi anak yang bermasalah. Misalnya, sulit dan tak ingin bergaul, mudah berkelahi dengan sesamanya, dikeluarkan dari sekolah, menjadi pecandu obat-obatan terlarang ataupun minuman keras. Sebaliknya, bila anak mendapatkan kasih .sayang dan perhatian ayahnya, sang anak akan terhindari menjadi anak yang bermasalah. Dan juga, memperbesar pintu kesuksesan sang anak kelak.

  • Selain berisiko menjadi anak yang bermasalah, anak yang kurang mendapatkan kasih sayang, dukungan, ataupun perhatian dari ayahnya cenderung menjadi anak yang kurang percaya diri dan merasa ‘rendah diri’. Selain itu, cenderung tak memiliki motivasi. Dengan kata lain, seorang ayah memegang peran penting dalam perkembangan emosi sang anak. Bila sang ayah memberikan rasa kasih sayang, dukungan dan perhatian, tentunya perkembangan emosi sang anak akan lebih positif. Misalnya, lebih memiliki motivasi, tak mudah menyerah, ataupun selalu bersikap optimis.

  • Menurut suatu penelitian, bila hubungan seorang anak perempuan begitu erat dan penuh kasih sayang dengan ayahnya, sang anak perempuan akan menguasai pelajaran matematika. Sedangkan bila seorang anak lelaki begitu erat dan penuh kasing sayang dengan ayahnya, sang anak akan lebih berprestasi. Selain itu, bila anak lelaki begitu erat dengan ayahnya, sang anak pun akan berusaha keras untuk mencapai cita-citanya dan tujuan hidupnya.

  • Bagaimana bila orang tua telah berpisah dan sang anak tinggal bersama ibunya? Memang, sang anak secara psikologis menginginkan tinggal bersama kedua orangnya. Nah, pada titik inilah, seorang ayah memainkan peran penting. Meskipun sang anak tinggal bersama sang ibu, tak lantas seorang ayah berhenti menyayangi sang anak. Sebabnya, seperti yang sudah disebutkan, sang anak sangat membutuhkan kasih sayang ayahnya. Ada banyak cara untuk menyayangi anak, meskipun sang anak tak tinggal dengan ayahnya. Misalnya, berkomunikasi video call menggunakan smartphone.

  • Bila sang ibu pun bekerja mencari nafkah, sang ayah sangat dituntut lebih untuk menyayangi dan mendidik sang anak. Sebabnya, karena sang ibu bekerja, membuat sang ibu tak terlalu fokus menyayangi sang anak. Tentu saja, karena lelah bekerja mencari nafkah.

Demikian, pengaruh seorang ayah terhadap perkembangan anak. Pengaruh-pengaruh tersebut sangat penting bagi perkembangan sang anak. Karenanya, agar anak kita menjadi manusia sukses kelak, seorang ayah mesti menyayangi sang anak sebaik-baiknya. Rasa kasih seorang ayah menjadi salah satu hal penting dalam pendidikan anak.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.huffingtonpost.com/dr-gail-gross/the-important-role-of-dad_b_5489093.html

Sumber Gambar:
http://maxpixel.freegreatpicture.com/Child-Boy-People-Walking-Man-Baby-Kid-Father-2569393