Senin, 21 Januari 2019

Mendorong Perkembangan Anak di Dalam Rumah

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/mendorong-perkembangan-anak-di-dalam-rumah

Anak-anak menempuh pendidikan formal sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan intelegensinya. Nah,proses belajar bagi sang anak tak hanya dapat berjalan dalam pendidikan formal saja. Sebagai orang tua, kita pun dapat juga mencoba mendorong proses perkembangannya saat berada dalam rumah. Lalu, bagaimanakah caranya? Berikut beberapa tips yang dapat kita coba. Nah, bila kita lebih banyak menghabiskan waktu berada di dalam rumah, tak ada salahnya mencoba tips-tips tersebut.

Tips Pertama yaitu Gantungkan Papan Untuk Coret-Coret. Apakah anak kita begitu senang mencoret-coret ataupun menggambar pada dinding? Melarang sang anak melakukannya sesungguhnya menghambat proses perkembangan imajinasinya. Selain itu, bila melarangnya, biasanya akan membuat sang anak merasa terpenjara. Untuk mengatasi hal ini tanpa menghambat proses tersebut, cobalah menggantungkan papan.

table-3287098_960_720.jpg
Gambar 1. Meja Belajar Sang Anak

Dengan adanya papan pada dinding, anak lebih bebas menyalurkan segala hal yang ada di dalam benaknya tanpa perlu mencoret-coret dinding. Kita pun, sebagai orang tua, akan lebih mudah mengajari banyak hal kepada sang anak. Misalnya, penjumlahan ataupun pengurangan. Sediakan juga spidol ataupun alat tulis lainnya yang berwarna-warni. Anak-anak memang senang segala hal yang dipenuhi berbagai warna. Gantungkan juga papan di spot dinding yang mudah kita jangkau.

Tips Kedua yaitu Taruh Meja Belajar Untuk Bereksplorasi. Anak-anak memang senang bereksplorasi mempelajari banyak hal. Nah, agar sang anak lebih mudah bereksplorasi sekaligus mengoptimalkan proses ini, cobalah menyediakan meja belajar yang mudah digunakan anak-anak. Biasanya, meja ini didesain sangat pendek. Dan juga, biasanya dihiasi tampilan bertema tokoh kartun berwarna-warni. Ada juga yang dilengkapi kursi. Ada juga meja yang tak dihiasi hal tersebut.

Dengan adanya meja ini, anak-anak dapat lebih mudah bermain-main dengan berbagai mainannya, menggambar, membaca kesukaannya, dan melakukan berbagai aktivitas belajar lainnya yang disukainya. Tak sulit mendapatkannya di berbagai toko. Nah, karena sang anak biasanya cepat bosan dan jenuh, kita siasati dengan mengganti posisi meja tersebut secara rutin Misalnya, meletakkannya di pojok ruangan ataupun di dekat jendela.

Tips Ketiga yaitu Mengajaknya. Berkemah di dalam ataupun di Sekitar Rumah. Apakah anak kita sangat senang bermain di luar rumah? Nah, bila ya, cobalah untuk mengajaknya berkemah di dalam rumah ataupun di area luar sekitar rumah. Biasanya, bila sang anak senang bermain di luar rumah, ia senang berkemah. Tersedia beragam tenda kemah indoor yang menarik. Saat berkemah, kita pun dapat bermain bersama sekaligus mengajarkan banyak hal kepada sang anak. Dengan berkemah pun memperkenalkan berbagai hal terkait alam kepadanya. Sekaligus juga menanamkan keberanian di dalam jiwanya.

Demikian, beberapa tips mudah dan praktis untuk mendorong perkembangan anak di dalam rumah. Menerapkan tips tersebut tak hanya bermanfaat untuk mendorong perkembangannya saja. Tetapi juga, membuat sang anak nyaman dan gembira berada di dalam rumah. Selamat bermain-main dan mengajarkan banyak hal kepada sang anak…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
Harian Pikiran Rakyat 9 Desember 2018

Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2018/04/03/15/39/table-3287098_960_720.jpg

Kamis, 03 Januari 2019

Bahaya Internet Bagi Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/bahaya-internet-bagi-anak

Saat ini, siapapun termasuk anak-anak dapat mengakses internet dengan begitu mudah. Terlebih, anak-anak saat ini umumnya memahami menggunakan smartphone. Namun, internet terkadang menyajikan konten yang tak pantas dikonsumsi anak-anak. Karenanya, kita sebagai orang tua, mesti melindungi sang anak dari ancaman bahaya internet. Agar internet menjadi bersahabat dengan sang anak, memang dibutuhkan regulasi. Peter Wanless, Chief Executive NSPCC (National Society for the Prevention of Cruelty to Child), lembaga perlindungan anak di Inggris, menuturkan bahwa perlu diterapkan regulasi agar anak terhindar dari konten yang tak pantas.

boy-3360415_960_720.jpg
Gambar 1. Apa Saja Bahaya Internet Untuk Sang Anak?

Peter pun mengutarakan bahwa peran orang tua sangat penting untuk melindungi anak dari ancaman bahaya internet. “Kita harus mengajari anak-anak perilaku aman di sekolah sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk berjaga-jaga terhadap bahaya, juga paham tentang apa yang berisiko”, tuturnya, dilansir dari Harian Umum Pikiran Rakyat. “Platform online harus dibangun menjadi aman saat digunakan pertama kali, sama seperti produk lainnya yang digunakan anak-anak”, tambahnya

Bahaya Konten Dewasa dan Rentan Menjadi Korban Cybercrime
Bagaimana bila sang anak mengakses situs internet yang berisi konten dewasa? Inilah salah satu dampak negatif internet yang mesti disadari orang tua. Tak tertutup kemungkinan, karena konten ini, berujung menjadi kasus pelecehan anak. Sebagai solusi, pernyataan Peter Wanless memang benar. Dibutuhkan regulasi agar anak terhindar dari konten yang tak pantas. Sebagai hal penting, NSPCC pun menemukan fakta mengerikan. Berdasarkan hasil survei lembaga ini, sedikitnya satu siswa di setiap kelas sekolah dasar di Inggris pernah melihat gambar dewasa yang tak pantas dilihat anak-anak. Gambar ini dikirimkan oleh temannya. Bila ditelusuri lebih lanjut, gambar ini didapatkan dari internet.

Peter pun mengutarakan bahwa perkembangan teknologi membuat dunia bermain anak-anak semakin luas. “Dunia bagi anak rasanya semakin besar”, tuturnya. “Dulu di masa orang dewasa masih anak-anak, dunia bermain sebatas taman”, tambahnya. Sebagai orang tua, kita tentunya mesti mengikuti perkembangan teknologi internet. Tentu saja, untuk melindungi sang anak dari ancaman bahaya internet. Dengan lebih memahami internet, kita dapat menemani sang anak saat berselancar internet sehingga sang anak aman dari situs internet yang menampilkan konten yang tak pantas dikonsumsi anak-anak.

Bahaya internet lainnya bagi sang anak yaitu sang anak rentan menjadi korban cybercrime. Misalnya, sang pelaku kejahatan memanfaatkan media sosial untuk berkenalan dengan sang anak. Ia berpura-pura ingin menjadi teman baik. Sesungguhnya, ia memiliki maksud jahat yaitu untuk melakukan pelecehan kepadanya. Ataupun, untuk mencuri barang miliknya. Sebagai solusi, mengacu kepada pernyataan Peter, media sosial haruslah aman bagi anak-anak. Kita pun mesti mengajari anak-anak agar sang anak terhindar dari korban kejahatan cybercrime.

Sekali lagi, sebagai orang tua, kita mesti melindungi sang anak dari ancaman bahaya internet. Peran orang tua sangat penting agar anak-anak tak menjadi korban dampak negatif internet.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. Harian Umum Pikiran Rakyat 30 September 2018
2. https://aptparenting.com/negative-effects-of-internet-on-children

Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2018/04/29/16/34/boy-3360415_960_720.jpg