Jumat, 08 Maret 2019

Beberapa Hal Penting Tentang Anak Tunggal

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/beberapa-hal-penting-tentang-anak-tunggal

Apakah memiliki anak tunggal? Dan juga, apakah seorang buah hati sudah cukup dan tak ingin menambahnya? Bila ya, ada beberapa hal yang sebaiknya kita ketahui. Hal ini membantu kita sebagai orang tua dalam mendidiknya sehingga perkembangannya menjadi lebih baik. Bagi orang tua pun, secara psikologis, memiliki lebih dari satu buah hati tentunya berbeda bila dibandingkan dengan hanya memiliki seorang saja. Nah, apa sajakah itu?

Anak Tunggal Berperilaku Anti Sosial? Anak tunggal memang identik dengan sifat menyendiri, tak ingin bersosialisasi, dan sikap egois. Nah, apakah hal ini benar? Menurut beberapa penelitian, hal ini memang ada benarnya. Mereka umumnya berperilaku demikian. Seberapa jauh muncul sikap ini berbeda-beda bagi setiap anak. Namun, pada sisi lain, menurut penelitian yang sama, mereka lebih kreatif. Nah, kita sebagai orang tua tentunya tak ingin sang buah hati menampilkan perilaku tersebut. Menyikapi hasil penelitian ini, kita mesti mendidiknya lebih keras agar tak menampilkan perilaku demikian.


Gambar 1. Anak Tunggal

Hindari Memujinya ataupun Menaruh Perhatian Berlebih Kepadanya. Beberapa hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa anak tunggal lebih berpeluang lebih besar meraih kesuksesan. Selain itu, sangat baik dalam intelejensi dan kreativitas. Namun, menurut penelitian yang sama, tak lantas tak ada kelemahannya. Karena menjadi anak satu-satunya, ia biasanya akan menerima banyak pujian dan juga mendapatkan banyak perhatian dari orang tuanya ataupun dari keluarga terdekat seperti kakeknya dan neneknya. Tak tertutup kemungkinan, hal ini akan menjadikannya manja, egois, tak ingin mengalah dan selalu ingin menang sendiri, dan tak ingin bersosialisasi. Dengan demikian, hindari memujinya ataupun menaruh perhatian secara berlebihan. Ia memang menjadi sang buah hati anak-anak satu-satunya, namun tak lantas menjadikan kita berperilaku seperti itu.

Perbanyak Interaksi dan Komunikasi dengan Anak. Tak adanya saudara kandung menjadikannya seorang diri. Ia akan menyendiri untuk menghabiskan banyak waktunya. Tak tertutup kemungkinan, hal ini akan menghambat perkembangan kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi. Juga, bisa saja menanamkan sifat egois di dalam dirinya. Nah, dengan demikian, bila memiliki anak tunggal, kita sebagai orang tua mesti memperbanyak berinteraksi dan berkomunikasi dengannya. Pahami juga jalan pikirannya saat kita berkomunikasi dengannya. Tak ada salahnya juga sering bermain-main dengannya. Baik di dalam rumah ataupun di luar rumah. Meluangkan cukup banyak waktu pun, bila jarang bertemu dengannya karena sibuk beraktivitas, tentunya pun menjadi hal penting.

Demikian, beberapa hal yang sebaiknya kita ketahui bila memiliki anak tunggal. Memang, memilikinya memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua. Meskipun hanya seorang, tak lantas lebih memudahkan kita untuk mendidiknya. Bahkan, bisa saja kita menjadi lebih sulit. Inilah tantangan yang mesti siap dihadapi dan diatasi bagi orang tua yang memilikinya. Semoga tulisan ini bermanfaat…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. https://www.forbes.com/sites/alicegwalton/2017/05/15/the-pros-and-cons-of-being-an-only-child-show-up-in-the-brain/#39b2ef6f3374

Gambar:
1. https://www.additudemag.com/wp-content/uploads/2016/11/Parent_Parenting_Home_Article_5584_blowing-bubbles_pixabay-3.jpg

Sabtu, 02 Maret 2019

Pentingnya Menjauhkan Anak Dari Smartphone

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/pentingnya-menjauhkan-anak-dari-smartphone

Anak-anak masa kini memang sangat identik dengan smartphone. Bagi mereka pada umumnya, sudah tak asing dengan perangkat elektronik tipis ini. Mereka umumnya pun begitu cepat beradaptasi bermain game. Apakah sang buah hati kita demikian? Lalu, apakah hal ini positif baginya? Kita, sebagai orang tua, ada baiknya mencoba bersikap keras tak memberikannya kepadanya. Apalagi hingga membiarkannya sangat larut selama berjam-jam misalnya bermain game. Ada baiknya ia melakukan aktivitas lainnya. Khususnya, aktivitas yang menggunakan fisiknya. Lalu, mengapa demikian? Membiarkannya bermain smartphone bisa saja mendatangkan beberapa dampak kurang baik yang akan dirasakannya


Gambar 1. Anti Smartphone

Kecanduan Bermain Game. Dengan smartphone, ia dapat bermain beraneka game. Permainan pun dibuat semenarik mungkin agar pemainnya tidak cepat jenuh. Bagi anak, hal ini sebenarnya kurang baik. Sebabnya, menjadikannya merasa tertantang. Terlebih permainan biasanya diisi beraneka karakter yang begitu menarik dan sedap dipandang. Perlahan-lahan, menjadikannya kecanduan. Bila demikian, tak tertutup kemungkinan kita sulit mengatasinya. Selain itu, bila kecanduan, biasanya enggan mengerjakan aktivitas lainnya termasuk belajar. Kecanduan ini pun berisiko juga mengakibatkan muncul karakter agresif dalam dirinya. Ataupun, bisa juga menjadikannya mengalami gangguan perilaku seperti mengurung diri sendiri, tak ingin bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, dan sebagainya.

Menjadikannya Mudah Merengek-Rengek. Bila seseorang kecanduan terhadap suatu hal, biasanya ia tak akan mampu mengendalikan dirinya. Tak tertutup kemungkinan akan berimbas ke hal lain. Pernyataan ini pun berlaku juga bagi sang anak. Bila ia kecanduan bermain game, berisiko berimbas juga ke hal lainnya. Misalnya, ia menginginkan mainan baru. Ia akan merengek-rengek agar keinginannya terpenuhi. Nah, apakah kita siap menghadapinya? Pada titik inilah, pentingnya menjauhkan smartphone dari genggamannya.

Membuatnya Merasa Panik Berada di Lingkungan Sosial. Komunikasi yang baik adalah tatap muka. Bila terlalu lama mengoperasikan smartphone, akan mengurangi waktunya untuk bertatap muka dengan orang lain. Hal ini bisa saja menjadikannya mudah merasa panik saat berada di lingkungan sosial misalnya di dalam ruang kelas. Bisa juga, muncul pikiran paranoid dalam benaknya. Hal ini tentunya menghambat proses pendidikannya. Sekali lagi, jauhkan darinya agar ia lebih banyak waktu untuk bertatap muka dengan orang lain.

Mengurangi Hubungan Anak Orang Tua. Menurut suatu penelitian, bila ia terlalu banyak bermain smartphone mempengaruhi kemampuannya dalam bersosialisasi. Termasuk juga bersosialisasi dengan orang tuanya. Ia akan lebih senang menatap layar dibandingkan berinteraksi ayahnya ataupun ibunya. Padahal, ada banyak hal yang mesti diajarkan orang tua kepadanya. Bisa saja, tak akan mendengarkan nasehat-nasehat kedua orang tuanya secara serius.

Demikian, pentingnya menjauhkan anak dari smartphone. Dampak-dampak kurang baik tersebut memang sangat tak kita inginkan Ada baiknya mencoba menjauhkannya dari perangkat elektronik tersebut.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.littlethings.com/reasons-not-to-give-children-technology/2

Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2018/08/27/15/35/iphone-3635262_960_720.jpg