Rabu, 01 Agustus 2018

Setiap Tahap Usia Dengan Perkembangan Kecerdasan Moral Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/setiap-tahap-usia-dengan-perkembangan-kecerdasan-moral-anak?sort=votes

Seiring berkembangnya zaman definisi cerdas pun juga semakin melebar. Patokan kecerdasan seseorang tidak lagi dilihat dari besarnya angka IQ (Intellegence Quotient) akan tetapi juga memperhitungkan EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), hingga CQ (Creativity Quotient). Seperti belum cukup itu semua, kini muncul aspek baru yang akan menambah kualifikasi kecerdasan seseorang, yang disebut MQ (Moral Quotient) atau kecerdasan moral.

handshake-1830762_960_720.jpg
Gambar 1. Contoh kerja sama sebagai salah satu bentuk manfaat penerapan kecerdasan moral

Sederet kualifikasi di atas mungkin terdengar sebagai PR berat bagi orang tua. Selain mengisi otak si kecil dengan berbagai ilmu dan pengetahuan, Anda juga dituntut mengisi hatinya dengan sederet kebaikan: Empati, jujur, adil, dan masih banyak lagi. Akan menjadi ringan jika Anda mulai konsisten mengajarkannya sejak dini.

Perkembangan moral anak dapat ditunjukan pada aktivitas kehidupan sehari - hari misalnya, anak akan melepas sepatu dan menyimpannya dengan rapi di rak setiap pulang sekolah, merupakan hasil bentukan sang mama yang tak pernah absen mengingatkannya untuk melakukan hal itu. Kalau anak lupa meletakkan sepatunya di rak, ia akan mendapat konsekuensi berupa teguran keras dari mama. Nah, kebiasaan tersebut akan berkembang seiring dengan pertambahan usia seperti, ketika anak diminta untuk membereskan tempat tidurnya sendiri, ia mungkin akan mencoba melakukan proses negosiasi dengan mama, seperti meminta imbalan, atau dibebastugaskan dari pekerjaan rumahnya.

Kecerdasan moral akan menjadi bekal untuk anak kelak berhadapan dengan dunia yang lebih kompleks. Khawatir ‘bekal’ si kecil tidak cukup untuk menghadapi tantangan dunia? Karena sebenarnya tahap perkembangan moral berlangsung secara alami pada anak seiring dengan pertambahan usianya. Berikut tahap perkembangan moral pada anak yang perlu Anda ketahui.

  1. Bayi

    Seorang bayi belum memiliki kapasitas untuk mengembangkan kecerdasan moralnya. Yang ia miliki hanyalah rasa benar dan salah terhadap sesuatu yang berlaku untuk dirinya sendiri.

    Contohnya: Bagi bayi, rasa lapar itu adalah salah, sehingga ia menangis saat lapar. Sebaliknya, digendong, disusui, dan dibelai, akan terasa benar bagi bayi. Dan, perasaan inilah yang akan terus dikembangkan sebagai ‘sesuatu yang benar’ bagi bayi hingga 12 bulan ke depan.

    babe-2972221_960_720.jpg
    Gambar 2. Bayi

  2. Batita

    Menginjak satu tahun, si kecil belum memiliki kemampuan untuk menilai sesuatu sebagai benar atau salah. Patokan baginya hanyalah apa yang mama dan papa katakan padanya.

    Sebagai contoh, si kecil belum memiliki kemampuan untuk menyadari bahwa memukul seseorang itu adalah sesuatu yang salah karena menyakiti orang lain. Ia baru mengetahui bahwa perilakunya salah ketika orang di sekitarnya mengatakan itu padanya, atau karena ia dihukum untuk perilakunya itu.

  3. Prasekolah (3 - 7 tahun)

    Inilah saat di mana anak mulai memasukkan nilai-nilai keluarga ke dalam dirinya. Apa yang penting bagi mama dan papa juga akan menjadi penting baginya.

    Di sini Anda mulai dapat mengarahkan perilakunya sehingga sesuai dengan aturan dalam keluarga. Dalam tahap inilah seorang anak mulai memahami bahwa apa yang mereka lakukan akan mempengaruhi orang lain. Misal, ketika si kecil merebut mainan milik temannya, dan temannya menangis, ia tahu bahwa ada kemungkinan mama atau papa akan memarahinya.

  4. Usia sekolah (7 - 10 tahun)

    Otoritas orang dewasa (mama, papa, guru, dsb) tidak lagi terlalu ‘menakutkan’ buat anak usia sekolah. Mereka tetap tahu bahwa orang tua adalah sosok yang harus ditaati, tetapi mereka juga tahu bahwa jika mereka melanggar aturan, maka mereka harus memperbaikinya. Perasaan bahwa ‘ini benar’ dan ‘itu salah’ sudah mulai tertanam kuat dalam diri mereka.

  5. Praremaja

    Di usia ini, anak akan berusaha untuk menjadi populer. Tekanan teman sebaya dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungannya akan membuat mereka terus memilah mana nilai yang akan menjadi bagian dari diri mereka.

  6. Remaja

    Mereka mungkin akan terombang-ambing dan mencoba nilai yang berbeda dengan nilai keluarga untuk melihat mana yang cocok. Bisa jadi, nilai keluarga yang telah dianutnya sejak lama justru dibuang karena ‘kalah’ dengan nilai baru yang dikenalnya di luaran.

Setiap tahap usia perkembangan moral anak sangatlah penting untuk itu kepedulian orang tua hendaknya lebih ditingkatkan lagi demi kecerdasan moral anak Anda.

Oleh : Nadiran
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
  • https://www.dictio.id/t/bagaimana-tahapan-perkembangan-moral-manusia/4577
  • http://www.academia.edu/29319432/Perkembangan_Kecerdasan_Emosional_and_Moral_Dalam_Pendidikan
Referensi gambar :
  • Gambar 1. https://pixabay.com/en/handshake-regard-cooperate-connect-1830762/
  • Gambar 2. https://pixabay.com/en/babe-smile-newborn-small-child-2972221/


Related Posts :