Minggu, 27 Januari 2019

Memahami Gaya-Gaya Mendidik Anak

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/memahami-gaya-gaya-mendidik-anak

Keluarga menjadi lingkungan utama dan pertama bagi sang anak. Karenanya, sebagai orang tua, kita wajib mendidiknya sebaiknya-baiknya. Semakin baik kita mendidiknya, menjadikan proses perkembangannya menjadi lebih lebih. Nah, menurut penelitian, terdapat empat gaya berbeda dalam mendidiknya. Yaitu otoriter, otoriterian, permissive, dan uninvolved. Nah, tak ada salahnya mari mencoba mengenalnya. Nah, seperti apa masing-masing gaya tersebut?

Child-Mom-Girl-Family-Mother-Parent-Mum-Daughter-3273202.png
Gambar 1. Anak dan Orang Tua

Gaya Otoriter. Gaya ini menekankan ketegasan. Menerapkan gaya otoriter bermakna menerapkan berbagai peraturan yang mesti dipatuhi. Bila sang anak tak menaatinya akan mendapatkan hukuman. Sedangkan bila menaati peraturan, akan mendapatkan hadiah. Nah, meskipun orang tua berkuasa menetapkan peraturan, tak lantas bertindak sepihak. Sebelum menerapkan peraturan, orang tua akan mempertimbangkan segala hal terkait kondisi psikologis sang anak. Sebagai hal penting, menurut penelitian, mendidiknya dengan gaya otoriter, menjadikannya berpeluang besar meraih kesuksesan berkarir. Selain itu, akan lebih menanamkan sikap disiplin tanggung jawab. Mendidiknya dengan gaya otoriter pun akan menjadikannya begitu percaya diri menyampaikan pendapatnya di hadapan banyak orang.

Gaya Otoriterian. Gaya otoriterian dan gaya otoriter memang menerapkan berbagai peraturan dan hukuman ketat dan tegas. Namun, keduanya tak sama. Dalam menerapkan gaya otoriterian, sama sekali mengacuhkan pendapat dan isi hati sang anak. Karenanya, orang tua menerapkan peraturan secara sepihak tanpa memperhatikan kondisi psikologisnya Gaya otoriterian memang sangat berisiko mengurangi keharmonisan orang tua dengan anak. Selain itu, berisiko juga membuatnya menjadi seorang pembohong. Tentu saja, agar tak menerima hukuman karena tidak menaati peraturan. Anak yang dididik dengan gaya otoriterian pun cenderung akan menjadi orang yang kurang percaya diri saat berusia dewasa. Sebabnya, dalam masa perkembangan, pendapat dan isi hatinya diacuhkan orang tuanya.

Gaya Permissive. Dalam menerapkan gaya permissive, orang tua mengedepankan kelonggaran dan toleransi dalam mendidik anak. Karenanya, tak ada peraturan dan hukuman tegas dan ketat seperti halnya dalam gaya otoriter dan otoriterian. Dengan kata lain, gaya permissive merupakan kebalikan dari gaya otoriter. Nah, kelemahan gaya ini yaitu cenderung menjadikannya tak akan memahami makna pentingnya kedisiplinan. Padahal, kedisiplinan menjadi salah satu fondasi penting baginya untuk meraih kesuksesan berkarir saat usia dewasa. Anak pun cenderung tak memahami makna pentingnya peraturan.

Gaya Uninvolved. Nah, bagaimana karakteristik gaya ini? Bila orang tua cenderung kurang memperhatikan perkembangan sang anak, maka termasuk ke dalam gaya ini. Anak dipandang mampu berkembang secara alami. Padahal, sangat penting mendidik berbagai hal kepadanya Nah, karena kurang memperhatikan perkembangannya, secara psikologis cenderung menjadikan sang anak tumbuh menjadi orang yang kurang percaya diri. Dan juga, cenderung menjadikannya merasa kurang bahagia. Orang tua yang bersikap uninvolved umumnya sibuk dengan beragam urusan yang sangat padat.

Demikian, empat gaya dalam mendidik sang anak. Nah, setelah mengenal setIap gaya tersebut, termasuk kategori manakah kita dalam mendidiknya?

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.verywellfamily.com/types-of-parenting-styles-1095045

Sumber Gambar:
https://www.maxpixel.net/static/photo/1x/Child-Mom-Girl-Family-Mother-Parent-Mum-Daughter-3273202.png


Related Posts :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar