Kamis, 02 Mei 2019

Sebaiknya Tak Memposting Foto Sang Buah Hati Berlebihan Pada Media Sosial

Sudah terbit di: https://steemit.com/pendidikananak/@lerengbukit/sebaiknya-tak-memposting-foto-sang-buah-hati-berlebihan-pada-media-sosial

Saat ini, sebagian orang tua memang gemar memposting beragam foto sang buah hati di media sosial. Ada juga yang mem-postnya begitu banyak. Misalnya, mem-post sebanyak ratusan hingga ribuan beranekaragam fotonya dalam sebulan. Ada yang menggunakan kamera pada perangkat smartphone dan kamera yang sesungguhnya. Nah, apakah kita termasuk yang demikian? Sebagai orang tua, sebaiknya tak melakukannya. Sebaiknya posting secukupnya saja pad media sosial. Lalu, mengapa demikian?

Menghambat proses pendidikan anak. Bila memposting foto sangat berlebihan, saya yakin akan merubah hubungan alami antara orang tua dengan sang anak”, tutur Richard Freed, PhD, seorang pakar pendidikan anak. Hubungan alami antara keduanya yaitu orang tua berbagi pengalaman berharga dan mengajarkan banyak hal kepadanya Namun, karena benar-benar tertarik ingin memposting foto, cenderung lebih berfokus ingin memotretnya untuk menghasilkan foto yang benar-benar sangat sempurna daripada menjalankan peran tersebut. Hal ini tentunya akan menghambat proses pendidikannya.


Gambar 1. Foto

Berisiko melemahkan tradisi keluarga. Apa ada tradisi yang sangat kuat di dalam keluarga kita? Umpamakan ada tradisi berekreasi setiap akhir pekan. Lalu, kita post puluhan hingga ratusan foto saat momen tersebut di media sosial. Sepintas, memang tak ada yang keliru. Gordon Neufeld, Ph.D, seorang pakar pendidikan anak, menuturkan bahwa berbagai banyak foto terkait hal tersebut lambat laun akan melemahkan tradisi tersebut. Dengan demikian, tradisi ini sesungguhnya menjadi privasi yang sebenarnya tak perlu kita informasikan dan bagikan ke orang lain.

Tak tertutup kemungkinan menjadikannya merasa gelisah. Kita memposting foto-foto anak yang sangat menarik di media sosial. Namun, belum tentu sang anak berpikir sama. Bisa saja, menjadikannya merasa sangat gelisah. Dengan kata lain, ia sangat merasa tak nyaman dengan keberadaannya. Bila ingin fotonya dihilangkan, sebaiknya kita lekas menghapusnya. Lambat laun, rasa gelisah ini bisa saja akan berujung menjadi ketidakpercayaan kepada orang tua. Bila telah muncul hal ini, biasanya perkataan orang tua tak akan didengarkannya.

Menghambatnya mengenal dirinya sendiri. Biasanya postingan foto ditanggapi dengan berbagai komentar. Baik yang positif ataupun yang kurang positif. Terlebih, bila berjumlah banyak. Nah, apakah foto anak kita yang diposting di media sosial demikian? Karena sang anak dijejali dengan berbagai komentar, tak tertutup kemungkinan menghambat sang anak untuk lebih mengenal dirinya sendiri. Bisa juga, lebih meyakini hal-hal yang dituangkan dalam komentar pada media sosial, daripada percaya kepada dirinya sendiri ataupun kepada orang tuanya. Selain itu, karena hal tersebut, bisa saja menyebabkannya menjadi kurang percaya diri.

Demikian, beberapa hal yang melandasi mengapa kita sebaiknya menghindari mem-post begitu banyak foto sang buah hati di media sosial. Semoga tulisan ini semakin menambah wawasan tentang seluk beluk pendidikan anak.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
http://www.charlotteparent.com/CLT/Blogs/Moms-Managing-Media/Why-Parents-Should-Not-Overshare-Photos-on-Social-Media/

Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2017/05/05/14/13/movie-2287178_960_720.jpg


Related Posts :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar